JABARONLINE.COM - Pasar saham kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif yang signifikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026), menandai pembalikan arah setelah sempat dihantam tekanan jual yang cukup tajam dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya. Sentimen pasar tampak membaik drastis, mendorong indeks-indeks utama untuk mencatatkan kenaikan substansial di pembukaan sesi hari itu.

Kenaikan paling mencolok datang dari bursa Korea Selatan, di mana indeks Kospi berhasil melesat sangat tinggi, memimpin seluruh pergerakan regional. Data perdagangan menunjukkan bahwa lonjakan tersebut bahkan sempat menyentuh level sekitar 12% pada puncaknya di sesi perdagangan pagi hari. Pemulihan yang dramatis ini menjadi sorotan utama para analis pasar global.

Pergerakan hari itu merupakan respons positif terhadap tekanan jual yang sempat menghantam pasar sehari sebelumnya, menciptakan dasar bagi aksi beli besar-besaran. Kenaikan signifikan ini berpotensi mengukir sejarah sebagai salah satu performa harian terbaik yang pernah dicapai oleh indeks Kospi sejak krisis finansial tahun 2008.

Menurut laporan yang dikutip dari CNBC International, fluktuasi tajam ini mencerminkan volatilitas tinggi yang masih menyelimuti sentimen investor di kawasan tersebut. Meskipun demikian, lonjakan 10% lebih menunjukkan adanya kepercayaan diri yang kembali muncul terhadap fundamental pasar Korea Selatan.

Laporan dari Jakarta, yang disiarkan oleh Beritasatu.com, menggarisbawahi bahwa penguatan ini terjadi secara serentak di berbagai bursa Asia Pasifik lainnya, meskipun Kospi menjadi bintang utama. Hal ini mengindikasikan adanya koordinasi sentimen positif lintas batas negara di Asia Timur.

Investor terlihat memanfaatkan harga saham yang sempat tertekan untuk melakukan akumulasi, mendorong kenaikan persentase yang luar biasa dalam satu hari perdagangan. Fenomena ini sering terjadi setelah periode koreksi pasar yang mendalam dan berkepanjangan.

Secara keseluruhan, perdagangan Kamis ini memberikan nafas lega bagi para pelaku pasar setelah periode ketidakpastian yang mengkhawatirkan. Fokus kini beralih pada keberlanjutan momentum positif ini dalam sesi perdagangan berikutnya.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Beritasatu. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.