JABARONLINE.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kabar terbaru mengenai nasib dua kapal kargo milik Pertamina yang mengalami kendala di perairan Teluk Arab. Proses negosiasi yang berjalan intensif diklaim telah memasuki tahap akhir.
Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat adanya potensi gangguan pada rantai pasok energi nasional jika kapal-kapal tersebut tidak segera dibebaskan. Pihak ESDM terus memantau perkembangan diplomasi yang sedang dilakukan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, secara langsung memberikan pernyataan mengenai progres terkini dari upaya pembebasan aset vital negara tersebut. Hal ini disampaikan dalam sesi wawancara singkat dengan awak media.
Menurut keterangan resmi, terdapat dua unit kapal kargo Pertamina yang saat ini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memerlukan penanganan segera dari berbagai pihak terkait.
Bahlil Lahadalia mengungkapkan optimisme tinggi bahwa penyelesaian masalah ini akan segera tercapai. Ia menekankan bahwa negosiasi sedang berada di fase krusial menjelang penutupan kesepakatan.
"Ada dua kapal, dua kargo. Itu masih dalam negosiasi, insyaallah sebentar lagi selesai. Sebentar lagi selesai. Doain, ya," ujar Bahlil Lahadalia saat dimintai keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Bahlil Lahadalia pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Informasi ini dilansir dari Antara, yang turut meliput konferensi pers singkat tersebut.
Pemerintah mengharapkan dukungan publik melalui doa agar seluruh proses negosiasi dapat berjalan lancar dan kedua kapal tersebut dapat segera kembali berlayar menuju pelabuhan tujuan. Upaya diplomatik terus diperkuat untuk memastikan keselamatan awak kapal dan kargo.
