Berdoa merupakan jembatan spiritual yang menghubungkan seorang hamba yang fakir dengan Allah SWT Yang Maha Kaya. Aktivitas ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan tulus atas keterbatasan manusia di hadapan Sang Khalik. Melalui doa, kita menunjukkan eksistensi iman dan ketergantungan mutlak hanya kepada Penguasa alam semesta.
Para ulama terdahulu menekankan pentingnya menyelaraskan kesucian batin dengan pemilihan waktu yang tepat dalam memanjatkan permohonan. Secara hakiki, terdapat koordinat waktu tertentu yang memiliki frekuensi spiritual lebih tinggi dibandingkan saat-saat lainnya. Rahasia ketuhanan ini disingkapkan melalui lisan Nabi Muhammad SAW agar umatnya dapat meraih keberkahan maksimal dalam setiap sujudnya.
Landasan utama mengenai perintah berdoa tertuang jelas dalam Al-Quran sebagai jaminan kedekatan Allah dengan hamba-Nya. Allah SWT berfirman mengenai kesediaan-Nya untuk mengabulkan setiap permintaan hamba yang memohon dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Terjemahan: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 186)
Ulama mutaqaddimin menyepakati bahwa efektivitas sebuah doa sangat bergantung pada kombinasi antara ketulusan hati dan ketepatan waktu. Mereka memandang bahwa pemilihan momentum bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk adab tertinggi seorang hamba kepada Tuhannya. Dengan mengikuti petunjuk teks otoritatif, seorang mukmin dapat menata harapan mereka dengan lebih terarah dan penuh rasa optimis.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu lebih peka terhadap waktu-waktu istimewa seperti sepertiga malam terakhir atau saat antara azan dan iqamah. Mengisi waktu tersebut dengan zikir dan doa akan memberikan dampak ketenangan jiwa yang luar biasa bagi setiap pelakunya. Kebiasaan mulia ini sekaligus melatih disiplin spiritual agar kita senantiasa terhubung dengan Allah dalam setiap helaan napas.
Mengoptimalkan momentum mustajab adalah seni dalam beribadah yang seharusnya menjadi prioritas setiap Muslim yang mendambakan keberkahan hidup. Mari kita jadikan setiap kesempatan emas ini sebagai sarana untuk memperbaiki diri serta memohon kebaikan dunia maupun akhirat. Semoga Allah senantiasa membimbing lisan dan hati kita untuk selalu berada dalam frekuensi ketaatan yang sempurna dan istiqamah.
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)
