Ilmu Tauhid merupakan fondasi utama dalam bangunan keislaman seorang hamba. Tanpa pemahaman yang lurus mengenai hakikat Pencipta, maka seluruh amal ibadah akan kehilangan poros spiritualnya. Para ulama mutakallimin, khususnya dari madrasah Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah, telah merumuskan sistematika pengenalan terhadap Allah Swt melalui klasifikasi sifat-sifat wajib. Sifat wajib ini bukanlah pembatasan terhadap kesempurnaan Allah yang tidak terbatas, melainkan sebuah metodologi kognitif bagi akal manusia untuk mengenal Rabb-nya. Pembahasan ini mencakup empat kategori besar, yaitu sifat Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma’ani, dan Ma’nawiyyah, yang semuanya bersumber dari integrasi antara wahyu yang suci dan akal yang sehat.
الْأَوَّلُ مِنْ صِفَاتِ اللهِ الْوَاجِبَةِ هِيَ الْوُجُودُ وَهِيَ صِفَةٌ نَفْسِيَّةٌ بِمَعْنَى أَنَّ الْعَقْلَ لَا يَتَصَوَّرُ ذَاتَ الرَّبِّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِدُونِهَا وَالدَّلِيلُ عَلَى ذَلِكَ وُجُودُ هَذَا الْعَالَمِ الْمُحْكَمِ الْبَدِيعِ فَإِنَّ كُلَّ مَصْنُوعٍ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ صَانِعٍ وَكُلَّ مَوْجُودٍ حَادِثٍ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ مُوجِدٍ قَدِيمٍ وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ
Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 1:
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)