Kehidupan modern dengan segala gemerlap teknologi dan pergeseran nilai sosial seringkali menggiring manusia pada pengabdian selain kepada Sang Pencipta. Dalam diskursus teologi Islam, Tauhid bukan sekadar pengakuan lisan akan keesaan Allah, melainkan sebuah komitmen eksistensial yang mencakup seluruh dimensi kehidupan. Tantangan terbesar saat ini adalah munculnya tuhan-tuhan baru dalam bentuk ideologi, materi, popularitas, dan ego diri yang seringkali mengaburkan pandangan spiritual seorang mukmin. Oleh karena itu, membedah kembali hakikat Tauhid melalui kacamata Al-Quran dan As-Sunnah menjadi keniscayaan agar integritas iman tetap terjaga di tengah badai sekularisasi yang kian masif.

Penjelasan Pertama: Hakikat Tauhid sebagai Pondasi Eksistensi Manusia

Tauhid merupakan titik sentral dalam bangunan Islam. Tanpanya, seluruh amal perbuatan manusia akan kehilangan nilai substantifnya di hadapan Allah. Kehidupan modern yang cenderung memisahkan antara urusan duniawi dan ukhrawi harus dikembalikan pada prinsip kesatuan pengabdian yang utuh.

Sumber: Muslimchannel