Dalam diskursus keislaman kontemporer, menjaga kemurnian tauhid bukan sekadar perkara mempertahankan keyakinan teoritis, melainkan sebuah perjuangan eksistensial di tengah kepungan materialisme dan sekularisme global. Tauhid merupakan fondasi utama yang menyatukan seluruh dimensi kehidupan manusia, baik dimensi spiritual, intelektual, maupun sosial. Di era modern yang penuh dengan disrupsi informasi dan pergeseran nilai, seorang mukmin dituntut untuk memahami hakikat tauhid secara mendalam agar tidak terjebak dalam syirik khafi atau kesyirikan yang samar. Sebagai titik tolak kajian ini, kita harus merujuk pada prinsip dasar penciptaan manusia yang berporos sepenuhnya pada pengabdian kepada Sang Khalik.
TEKS ARAB BLOK 1
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ . مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ . إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)