JABARONLINE.COM - Sebuah temuan survei terbaru mengungkapkan pandangan signifikan dari masyarakat Amerika Serikat mengenai inflasi harga bahan bakar di negara tersebut. Hasil jajak pendapat ini menyoroti persepsi publik terhadap peran kebijakan pemerintah dalam dinamika ekonomi energi.

Mayoritas responden survei tersebut mengarahkan sorotan mereka langsung kepada kepemimpinan Presiden Donald Trump. Hal ini terkait dengan perkembangan harga bensin yang terpantau mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2026.

Data ini terungkap melalui publikasi jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga riset ternama. Informasi mengenai temuan ini kemudian disiarkan oleh media Axios kepada publik luas.

Survei spesifik yang menjadi dasar laporan ini dilaksanakan oleh Morning Consult. Lembaga tersebut dikenal rutin melakukan pemantauan opini publik mengenai isu-isu politik dan ekonomi terkini di AS.

Dilansir dari Axios, temuan inti menunjukkan bahwa hampir separuh dari total warga Amerika Serikat menyalahkan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintahan Trump. Tuduhan ini secara eksplisit ditujukan atas kenaikan harga bensin yang mereka alami.

Penyebutan tahun spesifik, yaitu 2026, menandakan bahwa kenaikan harga yang disoroti publik terjadi dalam periode waktu tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya korelasi persepsi antara kebijakan dan dampak langsung pada kantong konsumen.

"Hampir separuh warga Amerika Serikat menyalahkan kebijakan Presiden Donald Trump atas kenaikan harga bensin di negara tersebut pada 2026," demikian terungkap dalam hasil jajak pendapat yang disiarkan oleh Axios, dilansir dari survei Morning Consult.

Perlu dicatat bahwa hasil ini mencerminkan sentimen publik saat survei dilakukan, dan bukan merupakan kesimpulan definitif mengenai penyebab tunggal kenaikan harga energi. Isu harga bensin memang menjadi perhatian utama pemilih di Amerika Serikat.

Data survei dari Morning Consult ini memberikan gambaran penting mengenai bagaimana kebijakan ekonomi di tingkat federal diterima dan dinilai oleh masyarakat luas. Faktor politik seringkali sangat memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi ekonomi sehari-hari.