Kita sedang hidup di sebuah masa di mana layar gawai menjadi medan tempur pemikiran yang nyaris tanpa jeda. Setiap individu kini memiliki mimbar sendiri untuk menyuarakan isi kepala, yang sayangnya sering kali melahirkan kegaduhan daripada pencerahan. Fenomena saling hujat, pelabelan negatif, hingga pemutusan silaturahmi akibat perbedaan pilihan politik atau pandangan keagamaan seolah menjadi pemandangan lazim. Di sinilah kita perlu bertanya kembali, sejauh mana nilai-nilai agama yang kita peluk mampu mengerem laju kebencian saat ego kita terusik oleh pendapat yang berbeda.
Sejatinya, perbedaan pendapat atau ikhtilaf adalah keniscayaan yang telah diatur oleh Sang Pencipta dalam desain besar alam semesta. Islam tidak pernah memaksakan penyeragaman pikiran dalam segala hal, melainkan menekankan pada kesatuan hati dan kemuliaan perilaku. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)