Dewasa ini, ruang publik kita sering kali berubah menjadi medan pertempuran kata-kata yang gersang akan etika. Perbedaan pendapat, yang sejatinya merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia, justru sering kali menjadi pemantik api perpecahan dan kebencian. Fenomena ini mencerminkan adanya krisis spiritualitas di mana ego lebih dikedepankan daripada pencarian kebenaran. Sebagai umat yang dibekali dengan tuntunan wahyu, kita seharusnya memandang keragaman pemikiran bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai rahmat yang menuntut kedewasaan bersikap.
Islam telah meletakkan fondasi yang sangat kokoh dalam mengelola perbedaan melalui prinsip dakwah dan diskusi yang santun. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)