Gempuran informasi di media sosial sering kali memicu rasa cemas dan rendah diri dalam jiwa seorang Muslim. Kita kerap membandingkan pencapaian orang lain dengan proses hidup kita yang terasa berjalan sangat lambat. Fenomena *Fear of Missing Out* atau FOMO ini menjadi tantangan serius bagi kesehatan mental generasi masa kini.
Melihat kesuksesan finansial atau pencapaian karier orang lain di Instagram sering kali membuat kita lupa akan nikmat yang ada. Padahal, standar kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa cepat kita mencapai puncak kesuksesan duniawi. Islam mengajarkan bahwa setiap individu memiliki ritme kehidupan unik yang telah dirancang sempurna oleh Sang Pencipta.
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan jaminan ketenangan bagi setiap hamba yang sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Melalui firman-Nya, kita diingatkan bahwa kesulitan yang hadir hanyalah jembatan menuju kemudahan yang lebih besar. Berikut adalah ayat yang menjadi penyejuk hati di tengah kepenatan dunia:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Terjemahan: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Inshirah: 5)
Para ulama sering berpesan agar kita senantiasa memandang urusan dunia kepada mereka yang berada di bawah kita untuk menjaga rasa syukur. Fokus utama seorang mukmin adalah memperbaiki hubungan dengan Allah agar batin tetap tenang meski dunia sedang bergejolak. Dengan memprioritaskan rida Allah, segala bentuk tuntutan sosial yang melelahkan akan terasa lebih ringan untuk dihadapi.
Penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mulai membatasi durasi penggunaan media sosial yang memicu rasa iri. Mulailah menghargai setiap progres kecil yang kita capai tanpa perlu memvalidasinya kepada pandangan manusia secara berlebihan. Fokuslah pada ibadah dan pengembangan diri karena itulah investasi terbaik yang akan membawa kebahagiaan abadi di akhirat.
Hidup ini bukanlah perlombaan lari melawan orang lain, melainkan perjalanan panjang menuju perjumpaan dengan Allah. Jangan biarkan standar duniawi merampas kedamaian batin yang telah Allah anugerahkan kepada setiap hamba-Nya. Tetaplah berikhtiar dengan maksimal sembari meyakini bahwa takdir Allah tidak akan pernah tertukar atau datang terlambat.
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)
