Bulan suci Ramadhan merupakan momentum emas bagi setiap Muslim untuk memperkuat ikatan spiritual kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Selain menjalankan kewajiban puasa, integrasi antara shalat wajib dan sunnah menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan yang berlipat ganda.
Shalat lima waktu tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan meskipun seseorang sedang menahan lapar dan dahaga. Sementara itu, shalat sunnah seperti Tarawih dan Rawatib berfungsi sebagai penyempurna pahala serta penambal kekurangan dalam ibadah wajib.
Ibadah puasa yang dijalankan tanpa dibarengi dengan shalat yang tertib diibaratkan seperti bangunan tanpa tiang penyangga yang kokoh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menekankan bahwa shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak.
Para ulama bersepakat bahwa menjaga kekhusyukan shalat selama berpuasa dapat membantu menjaga lisan dan hati dari perbuatan sia-sia. Kalimat *"Ash-shalatu imaduddin"* atau shalat adalah tiang agama, menjadi pengingat penting bagi umat untuk tidak melalaikan kewajiban ini.
Sinergi antara puasa dan shalat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental serta ketenangan jiwa bagi setiap hamba-Nya. Kedisiplinan waktu dalam menunaikan shalat secara berjamaah di masjid juga mempererat tali ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Saat ini, antusiasme masyarakat dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat Tahajud dan Witir menunjukkan tren peningkatan spiritualitas yang signifikan. Informasi mengenai tata cara shalat yang benar kini semakin mudah diakses melalui berbagai platform edukasi digital yang kredibel.
.png)
.png)
