JABARONLINE.COM - Fakta menarik seputar perjalanan karier Nadiem Makarim ke kursi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) kini mulai terkuak ke publik. Pengakuan mantan pejabat tersebut menyoroti sebuah inisiatif yang ia lakukan sebelum resmi dilantik pada masa itu.
Sebuah penelusuran di persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook menjadi titik terungkapnya momen penting tersebut. Dalam sidang tersebut, terungkap bahwa Nadiem Makarim telah membentuk sebuah grup komunikasi daring.
Grup WhatsApp tersebut diketahui dibuat sekitar bulan Agustus 2019, sesaat setelah Nadiem mendengar kabar kuat mengenai penunjukannya sebagai menteri. Nama grup yang dipilih ternyata menyimpan makna tersendiri yang mencerminkan latar belakangnya saat itu.
Nama grup yang ia pilih adalah "Edu Org", sebuah inisial yang merefleksikan fokus utama yang ingin ia bangun di kementerian. Hal ini terungkap dalam konteks persidangan yang melibatkan dirinya dan beberapa pihak terkait kasus pengadaan Chromebook.
Nadiem Makarim kemudian menjelaskan alasan mendasar di balik inisiasi pembentukan grup komunikasi tersebut. Ia menyadari adanya perbedaan signifikan antara latar belakangnya dan tugas barunya di kementerian.
"Saya membuat grup itu karena saya tidak punya latar belakang pendidikan. Saya hanya punya latar belakang di swasta, di bidang teknologi, dan di bisnis. Tapi, saya punya passion yang sangat besar untuk pendidikan," ujar Nadiem Makarim.
Pengakuan tersebut menggarisbawahi kesadaran Nadiem akan perlunya adaptasi cepat dan kolaborasi intensif mengingat basis pengalamannya yang berbeda dari sektor pendidikan formal. Ia menekankan bahwa hasratnya terhadap kemajuan pendidikan menjadi dorongan utama.
Kisah ini, yang terungkap di Jakarta, memberikan perspektif baru mengenai persiapan strategis yang dilakukan oleh tokoh publik sebelum memegang jabatan publik yang krusial. Kisah ini dilansir dari BisnisMarket.com.
Proses pembentukan "Edu Org" ini menjadi bukti nyata upaya proaktif Nadiem untuk membangun fondasi komunikasi sebelum ia secara resmi mengemban tanggung jawab besar sebagai pucuk pimpinan kementerian.
