JABARONLINE.COM - PT Indonesia Financial Group (IFG) kembali menyampaikan penegasan kuat mengenai arah strategis sektor asuransi di Indonesia. Fokus utama perusahaan saat ini adalah implementasi transformasi menyeluruh dan konsolidasi industri untuk menciptakan ekosistem yang lebih resilien.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi di pasar keuangan global saat ini. Tekanan ekonomi internasional turut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan peta jalan industri ke depan.
Direktur Utama IFG, Robertus Billatone Rejanto Pramana, menekankan bahwa upaya transformasi ini sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan dan daya saing industri asuransi di masa mendatang. Transformasi ini mencakup aspek tata kelola, teknologi, hingga pengembangan produk.
"Transformasi dan konsolidasi ini merupakan langkah fundamental yang harus kita lakukan untuk menjadikan industri asuransi nasional memiliki daya tahan yang lebih kuat," ujar Robertus Billatone Rejanto Pramana.
Pramana juga menyoroti bahwa konsolidasi yang dilakukan bukan sekadar penggabungan entitas, melainkan upaya penataan ulang struktur agar lebih efisien dan mampu melayani kebutuhan masyarakat dengan lebih optimal. Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas modal industri.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa IFG secara aktif mengambil peran sentral dalam mendorong agenda restrukturisasi ini sesuai dengan arahan regulator. Komitmen ini sejalan dengan upaya menciptakan industri asuransi yang sehat dan terpercaya di mata publik.
"Kami berkomitmen penuh untuk mendukung program transformasi dan konsolidasi sektor asuransi agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin ketat," kata Robertus Billatone Rejanto Pramana.
Adapun upaya konsolidasi ini diharapkan mampu meningkatkan penetrasi produk asuransi di Indonesia, yang saat ini masih perlu digenjot lebih lanjut dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Peningkatan inklusi keuangan menjadi salah satu target utama.
IFG memandang bahwa dengan struktur yang lebih ramping dan kuat pasca-konsolidasi, perusahaan-perusahaan asuransi dapat mengalokasikan sumber daya lebih besar untuk inovasi digital. Hal ini penting untuk efisiensi operasional dan peningkatan layanan nasabah.
