Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman, menjaga keteguhan iman menjadi tantangan yang nyata bagi setiap Muslim. Kehidupan modern sering kali mengaburkan batas antara kebutuhan spiritual dan ambisi duniawi yang fana. Oleh karena itu, memahami esensi Tauhid bukan lagi sekadar teori, melainkan kebutuhan mendasar untuk menavigasi kehidupan.

Tauhid berfungsi sebagai kompas moral yang memberikan arah jelas di tengah labirin materialisme yang menyesatkan. Tanpa pondasi akidah yang kuat, manusia akan mudah terombang-ambing oleh krisis identitas dan kekosongan jiwa. Pemurnian akidah menjadi langkah krusial agar setiap gerak langkah kita senantiasa bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.

Landasan utama dalam memurnikan konsep ketuhanan telah ditegaskan secara jelas dalam wahyu-Nya yang agung. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa mengesakan-Nya dan menjauhi segala bentuk penyembahan selain kepada-Nya. Berikut adalah ayat yang menjadi rujukan utama bagi setiap jiwa yang merindukan kemurnian iman dalam hidupnya.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Terjemahan: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Para ulama menekankan bahwa syirik kontemporer sering kali muncul dalam bentuk yang sangat halus dan tersembunyi. Pemujaan terhadap jabatan, kekayaan, hingga ego pribadi merupakan bentuk nyata dari pergeseran nilai Tauhid di era disrupsi ini. Oleh karena itu, pengkajian mendalam terhadap teks wahyu menjadi benteng utama dalam menjaga kemurnian hati dari kontaminasi tersebut.

Dalam praktik sehari-hari, manifestasi Tauhid dapat diwujudkan melalui niat yang ikhlas dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Kita harus memastikan bahwa kemajuan teknologi yang kita nikmati saat ini digunakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Keseimbangan antara penguasaan dunia dan keteguhan iman akan melahirkan peradaban yang beradab dan penuh berkah.

Mengakhiri refleksi ini, marilah kita senantiasa memperbarui komitmen penghambaan hanya kepada Allah Ta'ala di setiap helaan nafas. Tauhid yang kokoh akan melahirkan ketenangan batin yang tidak akan bisa dibeli dengan materi sebanyak apa pun. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk tetap istiqamah di atas jalan tauhid yang lurus hingga akhir hayat nanti.

Sumber: Muslimchannel

https://muslimchannel.id/post/manifestasi-tauhid-di-era-disrupsi-analisis-ontologis-dan-aksiologis-terhadap-pemurnian-akidah