JABARONLINE.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai diskusi yang beredar luas di kalangan ekonom. Kekhawatiran utama terletak pada prediksi pesimistis mengenai kondisi ekonomi Indonesia.
Isu sentral yang dibahas adalah potensi dampak negatif dari lonjakan harga minyak dunia yang diprediksi dapat menghancurkan stabilitas perekonomian dalam negeri. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kementerian keuangan.
Pernyataan resmi Purbaya ini disampaikan saat ia tengah memberikan laporan komprehensif mengenai perkembangan terkini ekonomi nasional. Momen penyerahan laporan tersebut berlangsung dalam rapat penting.
Rapat tersebut merupakan agenda sidang kabinet paripurna yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Forum resmi ini menjadi wadah utama evaluasi kinerja pemerintah.
Momen krusial ini terjadi pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026. Tanggal ini menandai titik waktu penyampaian informasi sensitif mengenai proyeksi ekonomi kepada pucuk pimpinan negara.
Dilansir dari Beritasatu.com, Purbaya secara spesifik mengungkapkan beban pikiran yang ia rasakan atas prediksi-prediksi yang muncul. Hal ini menunjukkan adanya tekanan dari luar pemerintahan terhadap kebijakan fiskal.
Mengenai suasana penyampaiannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa ia "curhat" kepada Presiden Prabowo mengenai ramainya prediksi ekonom yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur seiring harga minyak dunia melonjak," ujar Purbaya.
Kutipan tersebut menegaskan bahwa isu prediksi kehancuran ekonomi akibat minyak menjadi topik utama yang dibawa Purbaya ke hadapan Presiden dalam sidang kabinet paripurna tersebut.
Situasi ini menyoroti tantangan eksternal yang dihadapi Indonesia, khususnya volatilitas harga komoditas energi global yang memiliki efek domino signifikan terhadap kesehatan fiskal negara.
