JABARONLINE.COM - Suasana hangat menyelimuti Pondok Pesantren Ora Aji di Yogyakarta saat mereka menyelenggarakan sebuah acara buka puasa bersama yang luar biasa selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini dirancang khusus untuk memberikan kebahagiaan dan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.
Kegiatan akbar ini mengumpulkan sebanyak 2.000 anak yatim yang berasal dari berbagai latar belakang keyakinan atau iman di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Ini menjadi bukti nyata semangat persatuan di tengah keragaman bangsa.
Acara yang diberi nama "Buka Bersama Lintas Iman Bersama 2.000 Anak Yatim" ini, berlangsung dengan penuh semarak kebersamaan dan kegembiraan. Lokasinya berada di Pondok Pesantren Ora Aji, tepatnya di Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Di tengah bulan penuh berkah ini, kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momen yang sangat istimewa bagi semua pihak yang terlibat. Tujuannya jelas, yakni untuk mempererat tali solidaritas di antara umat beragama yang berbeda.
Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan yang mendalam di tengah masyarakat yang majemuk. Acara ini menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan keyakinan.
Dilansir dari BisnisMarket.com, acara ini diselenggarakan langsung oleh Pondok Pesantren Ora Aji yang berada di bawah kepemimpinan Gus Miftah. Mereka mengundang anak-anak yatim lintas iman untuk berbagi momen buka puasa.
"Pondok Pesantren Ora Aji yang dipimpin oleh Gus Miftah menggelar acara buka puasa bersama untuk 2.000 anak yatim lintas iman di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya," dikutip dari BisnisMarket.com.
"Acara yang bertajuk 'Buka Bersama Lintas Iman Bersama 2.000 Anak Yatim' ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan di Pondok Pesantren Ora Aji, yang terletak di Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta," demikian keterangan yang didapat dari sumber berita.
"Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah, acara ini menjadi momen istimewa untuk mempererat solidaritas antar umat beragama, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang keimanan," jelas pernyataan tersebut.
