Ibadah puasa merupakan rukun Islam yang memiliki dimensi teologis sekaligus sosiologis yang sangat mendalam bagi umat Muslim. Secara epistemologi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan bentuk ketaatan totalitas kepada Allah SWT. Pemahaman yang benar mengenai regulasi syariat sangat penting agar ibadah ini memiliki nilai yang sah di sisi-Nya.
Para fuqaha dari empat madzhab besar telah merumuskan kodifikasi hukum yang sangat mendetail terkait keabsahan ibadah puasa ini. Madzhab Al-Hanafiyyah, Al-Malikiyyah, As-Syafi'iyyah, dan Al-Hanabilah memberikan perspektif yang kaya mengenai syarat dan rukunnya. Mempelajari perbedaan pandangan ini akan memperluas cakrawala keilmuan serta memperkuat metodologi ibadah yang kita jalankan sehari-hari.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)
Para ulama menyimpulkan bahwa fondasi utama agar puasa diterima secara ukhrawi adalah adanya keimanan yang kokoh dalam hati. Tanpa iman, ibadah badaniyah seperti puasa tidak akan memiliki nilai pahala di akhirat meskipun secara lahiriah tampak sempurna. Oleh karena itu, syarat wajib pertama yang disepakati oleh lintas madzhab adalah status keislaman dan keimanan seorang hamba.
Dalam praktik sehari-hari, memahami syarat dan rukun puasa membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Kita menjadi lebih waspada terhadap hal-hal yang dapat membatalkan puasa maupun yang dapat mengurangi kualitas pahalanya. Kedisiplinan dalam mengikuti aturan fiqih ini mencerminkan sejauh mana tingkat ketakwaan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Kesempurnaan ibadah puasa sangat bergantung pada sejauh mana kita memahami dan mengamalkan rukun-rukun yang telah ditetapkan oleh syariat. Dengan berpijak pada metodologi istinbath hukum yang valid, kita dapat memastikan ibadah puasa berjalan sesuai koridor yang benar. Semoga setiap detik puasa yang kita jalankan mampu mengantarkan kita menjadi pribadi yang benar-benar bertakwa.
Sumber: muslimchannel
.png)
.png)
