Jabaronline.com - Fenomena beredarnya informasi di media sosial yang menyebut seluruh tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi sudah terjadi kembali ramai diperbincangkan. Berbagai konten di internet bahkan mengklaim bahwa kemunculan Imam Mahdi sudah sangat dekat karena sejumlah peristiwa dianggap sebagai tanda-tandanya.
Menanggapi hal tersebut, ulama pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan penjelasan agar umat Islam tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Penjelasan tersebut disampaikan dalam sebuah tayangan ceramah yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa pembahasan mengenai Imam Mahdi memang ada dalam ajaran Islam, khususnya dalam riwayat hadis. Namun, umat tidak dianjurkan untuk sibuk mencari-cari tanda atau mengklaim seseorang sebagai Imam Mahdi.
Imam Mahdi Termasuk Tanda Kiamat
Menurut Buya Yahya, dalam ajaran Islam terdapat berbagai tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu tanda tersebut adalah kemunculan Dajjal, yang diyakini oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah sebagai peristiwa yang pasti akan terjadi.
Selain Dajjal, terdapat pula pembahasan mengenai Imam Mahdi yang akan muncul menjelang akhir zaman.
“Dalam keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaah, kita meyakini adanya Imam Mahdi yang akan datang. Namun hal itu termasuk bagian dari tanda-tanda kiamat,” jelas Buya Yahya, dikutip dari tayangan YouTube Al-Bahjah TV.
Ia menambahkan bahwa riwayat mengenai Imam Mahdi memang berasal dari hadis Nabi, meskipun tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an.
Tidak Perlu Mencari-cari Imam Mahdi
