JABARONLINE.COM - Pasar logam mulia nasional menunjukkan dinamika pergerakan harga pada perdagangan hari Selasa hari ini, 17 Maret 2026. Tercatat, harga perak yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut mengalami penyesuaian ke arah penurunan.

Penurunan harga ini terjadi seiring dengan tren pergerakan yang juga dialami oleh komoditas emas. Pergerakan harga logam mulia cenderung saling terkait, sehingga perubahan pada emas seringkali memicu reaksi serupa pada perak.

Menurut data terbaru yang dihimpun, terjadi depresiasi harga sebesar Rp 250 per gram untuk produk perak Antam. Penurunan ini menandai adanya koreksi signifikan dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Harga jual perak Antam kini bertengger di level Rp 50.950 per gram untuk perdagangan hari ini. Level harga ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dibandingkan data historis beberapa waktu sebelumnya.

Sebelumnya, logam mulia perak ini tercatat memiliki harga jual yang lebih tinggi, yaitu mencapai Rp 51.200 per gram. Selisih antara harga tertinggi kemarin dan hari ini menunjukkan angka koreksi yang telah disebutkan.

Pergerakan harga ini diamati pada hari perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, di mana pasar logam mulia menunjukkan volatilitas yang cukup wajar dalam siklus perdagangan harian. Bursa komoditas selalu mencerminkan sentimen pasar global terkait investasi dan inflasi.

Informasi mengenai penurunan harga perak ini didapatkan setelah memantau pergerakan resmi dari emiten BUMN tersebut. "Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut turun pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026), mengikuti pergerakan harga emas," demikian disebutkan dalam laporan perkembangan harga komoditas hari ini.

Lebih lanjut, detail koreksi harga tersebut dikonfirmasi secara spesifik. "Logam mulia ini turun sebesar Rp 250 per gram ke level Rp 50.950 per gram dari sebelumnya Rp 51.200 per gram," ungkap sumber informasi tersebut.

Semua analisis dan data pergerakan harga ini dilansir dari Beritasatu.com yang memantau langsung perkembangan pasar logam mulia di Indonesia. Investor disarankan untuk selalu memantau perkembangan terkini sebelum memutuskan transaksi.