JABARONLINE.COM - Harga logam mulia perak kembali menunjukkan performa positif di pasar komoditas global pada awal pekan ini. Penguatan ini terjadi sejalan dengan pergerakan pasar emas yang juga mengalami apresiasi serupa.
Pergerakan harga pada hari Selasa, 10 Maret 2026, ditandai dengan meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah kondisi ekonomi makro yang berubah. Minat ini menjadi pendorong utama kenaikan harga perak di pasar internasional.
Kondisi pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor fundamental yang mendukung apresiasi harga perak. Ketika dolar melemah, komoditas yang dihargai dalam dolar cenderung menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.
Selain itu, meredanya kekhawatiran mengenai tingkat inflasi global juga turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga logam mulia. Investor mencari lindung nilai (hedging) terhadap potensi kenaikan harga barang dan jasa.
Dilansir dari Beritasatu.com, tercatat kenaikan signifikan pada harga perak di pasar spot pada perdagangan hari Selasa tersebut. Kenaikan ini mencapai angka 1,88% dari penutupan sebelumnya.
Kenaikan tersebut membawa harga perak spot menyentuh level US$ 88,59 per ons pada penutupan perdagangan hari itu. Ini menunjukkan momentum beli yang cukup kuat di pasar.
Tren penguatan ini ternyata tidak berhenti di hari Selasa, melainkan berlanjut memasuki hari berikutnya. Pagi hari Rabu, 11 Maret 2026, harga perak kembali mencatatkan kenaikan tipis namun signifikan.
Kenaikan pada Rabu pagi tersebut dikabarkan mencapai 0,41%, setara dengan penambahan sekitar 0,36 poin pada nilai tukarnya. Hal ini membawa harga perak mencapai level tertinggi baru di US$ 88,69 per ons.
"Harga perak di pasar spot naik 1,88% hingga mencapai US$ 88,59 per ons," demikian informasi yang disampaikan mengenai data perdagangan hari Selasa, 10 Maret 2026.
