JABARONLINE.COM - Ketidakpastian global akibat memanasnya situasi geopolitik, terutama konflik yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah, menimbulkan kekhawatiran akan potensi guncangan pada rantai pasok pangan dunia.
Namun, bagi Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab atas stabilisasi pangan, Perum Bulog, telah mengambil langkah antisipatif untuk menenangkan publik.
Bulog secara resmi mengeluarkan pernyataan bahwa kondisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara keseluruhan di tingkat nasional dipastikan berada dalam posisi yang aman dan memadai.
Ketersediaan stok yang memadai ini menjadi benteng utama dalam menghadapi potensi disrupsi impor atau kenaikan harga global akibat ketegangan internasional yang terus meningkat.
Upaya berkelanjutan dilakukan oleh jajaran manajemen Bulog untuk memastikan bahwa setiap tahapan pengelolaan cadangan beras berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Hal ini bertujuan fundamental untuk menjaga agar stabilitas pasokan bahan pokok utama, yaitu beras, tetap terjaga di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Direktur Operasi Bulog, Andi Afdal, secara spesifik menekankan pentingnya optimalisasi kinerja dalam manajemen stok pangan nasional saat ini.
"Pihaknya terus memastikan pengelolaan cadangan beras berjalan optimal guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional," kata Andi Afdal, dilansir dari Beritasatu.com.
Pernyataan ini disampaikan langsung dari Jakarta, menegaskan komitmen Bulog untuk menjaga ketahanan pangan domestik di tengah dinamika kancah internasional.
