JABARONLINE.COM - Pasar modal Indonesia mengawali pekan ketiga di bulan Maret dengan dinamika pergerakan yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami tekanan sejak pembukaan perdagangan di lantai bursa.
Pada penutupan sesi I hari Senin, 16 Maret 2026, laju indeks harus berakhir di zona merah. Kondisi ini mencerminkan adanya koreksi yang terjadi secara merata pada sejumlah sektor saham di Jakarta.
Berdasarkan data perdagangan yang masuk, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 97,9 poin. Angka ini setara dengan pelemahan sebesar 1,37 persen jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan sebelumnya.
Penurunan tersebut membawa indeks kini bertengger di level 7.039,4 pada jeda siang ini. Posisi tersebut menjadi perhatian bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan instrumen investasi secara intensif.
"IHSG ditutup melemah pada akhir perdagangan sesi I, Senin (16/3/2026)," dilansir dari Beritasatu.com. Pernyataan tersebut merangkum situasi pasar yang cenderung mengalami kontraksi pada paruh pertama hari perdagangan.
Sepanjang paruh pertama perdagangan hari ini, indeks bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Tercatat pergerakan IHSG berada di kisaran antara level 6.917 hingga menyentuh level 7.120.
Titik terendah di level 6.917 menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat di awal sesi. Namun, indeks sempat mencoba bangkit hingga menyentuh angka 7.120 sebelum akhirnya kembali terkoreksi ke zona negatif.
Volatilitas yang terjadi selama sesi I ini menggambarkan respons investor terhadap berbagai sentimen pasar yang sedang berkembang. Para pelaku pasar kini menanti arah pergerakan indeks pada pembukaan sesi II mendatang.
Situasi pasar tetap dipantau secara objektif untuk melihat potensi pembalikan arah atau kelanjutan tren pelemahan. Penutupan sesi I ini menjadi indikator penting bagi para investor dalam menentukan strategi investasi jangka pendek.
