JABARONLINE.COM - Kawasan Kampung Cijambe, yang berada di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kini menyajikan pemandangan yang sangat menyayat hati. Deretan hunian permanen nan kokoh sebelumnya kini telah berubah menjadi puing-puing berserakan. Kehancuran masif ini merupakan dampak langsung dari intensitas pergerakan tanah yang semakin tidak terkendali di wilayah tersebut.

Kekuatan alam yang dahsyat terlihat jelas dari struktur bangunan yang rusak parah; atap beton telah ambruk tak berdaya, sementara dinding-dinding tembok retak dan terbelah menjadi dua. Bahkan, fasilitas penting seperti bangunan Pondok Pesantren Ariyadul Fallah menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan, terlihat miring dan nyaris roboh total.

Tragedi ini terjadi di tengah suasana sakral bulan suci Ramadan, menambah beban emosional bagi warga yang terdampak langsung oleh keganasan geologi ini. Kehancuran infrastruktur ini menjadi monumen bisu atas kekuatan alam yang tiba-tiba melanda komunitas tersebut.

Hingga hari Kamis, tepatnya tanggal 5 Maret 2026, garis pembatas polisi telah dipasang secara tegas mengelilingi area yang ambles. Garis tersebut berfungsi sebagai penanda zona bahaya di antara sisa-sisa bangunan yang telah ditelan oleh pergerakan tanah ke bawah permukaan bumi.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun hingga penanggalan 4 Maret 2026, dampak bencana ini telah menyentuh kehidupan 112 Kepala Keluarga (KK). Total warga yang terpaksa mengungsi akibat peristiwa ini mencapai angka 367 jiwa, sebuah jumlah yang signifikan.

Di antara ratusan warga yang harus meninggalkan rumah mereka, terdapat kelompok rentan seperti puluhan balita dan juga warga lanjut usia (lansia). Mereka kini menjalani ibadah puasa di lokasi pengungsian darurat yang telah disiapkan oleh pihak berwenang setempat.

Situasi di Bantargadung menunjukkan skala kerusakan yang memerlukan perhatian serius dan upaya pemulihan jangka panjang. Pemerintah daerah didorong untuk segera memfasilitasi kebutuhan dasar serta merencanakan relokasi aman bagi seluruh korban terdampak bencana alam ini.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.