JABARONLINE.COM - Penanganan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh Polsek Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, menyisakan teka-teki. Satu unit mobil truk yang diamankan sebagai barang bukti diduga BBM ilegal kini tidak diketahui keberadaannya.
Peristiwa bermula pada Senin (30/3/2026) pukul 22.00 WIB, ketika jajaran Polsek Kelapa Nunggal mengamankan sebuah mobil truk yang diduga bermuatan BBM subsidi ilegal. Namun, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, para pelaku dan barang bukti tersebut diduga dilepaskan oleh aparat kepolisian setempat.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Nunggal, Hendri, saat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban. Belum ada kejelasan mengenai status hukum kasus tersebut maupun keberadaan barang bukti yang sempat diamankan.
Konflik Global Memanas, Pasokan BBM Terancam
Di tengah persoalan penegakan hukum di dalam negeri, ancaman kelangkaan BBM justru datang dari faktor eksternal. Ketegangan geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang masih memanas turut berdampak pada sektor energi. Gangguan distribusi dan produksi akibat konflik yang belum mereda menyebabkan sejumlah negara mulai mengalami kelangkaan pasokan BBM.
Pengetatan jalur distribusi di Selat Hormuz membuat kapal pengangkut minyak, termasuk milik Pertamina, kesulitan melintas. Akibatnya harga minyak mentah AS melonjak 5,46 persen ke level US$99,64 per barel, sementara minyak jenis Brent ikut terkerek 4,22 persen menjadi US$112,57 per barel—angka tertinggi sejak Juli 2022.
Gerindra: Waspadai Kelangkaan di SPBU Swasta
Merespons potensi kelangkaan, Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi meminta Kementerian ESDM berhati-hati, terutama terkait pasokan BBM di SPBU swasta.
"Kementerian ESDM harus memperhatikan stabilitas rantai pasok, distribusi. Setiap kebijakan untuk memperkuat negara harus mempertimbangkan rantai pasok, juga keberlangsungan pekerja," ujar Bambang saat dimintai konfirmasi, Kamis (18/9/2025).
