JABARONLINE.COM - Pasar logam mulia domestik menunjukkan dinamika yang cukup menarik pada pertengahan Maret 2026. Pergerakan harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami fluktuasi yang cukup signifikan di tengah kondisi ekonomi global.
Berdasarkan catatan perdagangan terbaru, nilai jual emas Antam kini berada di level yang lebih rendah dibandingkan posisi pada awal pekan lalu. Penurunan ini membawa harga logam mulia tersebut kembali merosot ke bawah angka psikologis Rp 3 juta per gram.
"Harga emas batangan Antam dalam kurun waktu sepekan tercatat mengalami koreksi sebesar Rp 7.000 per gram," dilansir dari Beritasatu.com.
Penurunan nilai ini terjadi selama periode perdagangan yang berlangsung mulai tanggal 9 hingga 14 Maret 2026. Pada awal periode tersebut, harga emas Antam sebenarnya sempat bertahan di posisi yang cukup kuat, yakni Rp 3,004 juta per gram.
Namun, seiring dengan dinamika pasar yang terjadi selama enam hari perdagangan, harga kemudian menyusut. Nilai logam mulia tersebut akhirnya menyentuh angka Rp 2,997 juta per gram pada penutupan pekan kedua Maret.
"Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk tercatat bergerak fluktuatif sepanjang pekan kedua Maret 2026," dilansir dari Beritasatu.com.
Fluktuasi harga ini menjadi perhatian serius bagi para investor dan pelaku pasar di Jakarta. Banyak pihak kini mulai mencermati dampak dari penurunan harga tersebut terhadap nilai aset serta strategi investasi jangka panjang mereka.
Fokus pasar saat ini tertuju pada bagaimana proyeksi pergerakan harga emas untuk periode pekan depan, yaitu tanggal 16 hingga 21 Maret 2026. Ketidakpastian ekonomi seringkali menjadi faktor utama yang memengaruhi daya tarik aset aman (safe haven) ini.
Kondisi pasar pada pekan mendatang akan sangat bergantung pada berbagai sentimen, baik dari internal maupun eksternal. Para investor diharapkan tetap waspada dalam mengambil keputusan di tengah tren harga yang masih mencari titik keseimbangan baru.
