JABARONLINE.COM - Gerakan sosial yang digagas oleh Masjid Makan-makan Bandung kini menunjukkan wajah baru yang lebih dinamis seiring datangnya bulan suci Ramadan. Jika biasanya mereka rutin menggelar aksi berbagi makanan gratis setiap hari, kini program tersebut mengalami transformasi signifikan.
Aksi berbagi tersebut tidak lagi terpusat hanya di satu lokasi, melainkan bergerak secara berkeliling. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau dan memakmurkan masjid-masjid di berbagai wilayah Bandung.
Transformasi ini bertujuan untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan sekitar, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarumat. Mobil yang menjadi simbol gerakan ini kini menjelma menjadi duta keberkahan Ramadan.
Inisiatif Masjid Makan-makan ini berakar dari visi awal pendiriannya yang ingin menjadikan institusi masjid sebagai pusat solusi dan manfaat bagi umat Islam secara kolektif. Mereka melihat masjid memiliki potensi besar di luar fungsi ibadah rutin.
Fadhli Hamidi, sosok penggerak utama di balik inisiatif Masjid Makan-makan, secara tegas menyampaikan harapan besar atas peran masjid di tengah masyarakat kontemporer.
"Berharap masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga pemberi solusi bagi masyarakat sekitar," ujar Fadhli Hamidi mengenai cita-cita utama gerakan ini.
Perubahan fokus selama Ramadan ini memperkuat filosofi bahwa masjid harus menjadi episentrum aktivitas sosial yang relevan dengan kebutuhan umat sehari-hari. Aksi keliling ini menjadi bukti nyata upaya mereka mewujudkan filosofi tersebut.
Dengan menyambangi berbagai masjid, Masjid Makan-makan turut serta dalam menyemarakkan suasana keagamaan di lokasi yang mungkin membutuhkan dukungan logistik untuk kegiatan buka puasa bersama.
Gerakan ini berhasil menciptakan narasi baru tentang peran masjid modern di Indonesia, yaitu sebagai lembaga yang adaptif dan proaktif dalam merespons tantangan sosial dan spiritual masyarakat.
