JABARONLINE.COM - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menunjukkan komitmen serius dalam upaya mematangkan ekosistem bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Langkah ini bertujuan menjadikan sektor ini lebih tangguh dalam menghadapi tantangan pasar.
Salah satu inisiatif konkret yang diluncurkan oleh kementerian tersebut adalah penyelenggaraan akbar bertajuk Festival Jejak Jajanan Nusantara. Ajang ini dirancang sebagai wadah promosi sekaligus pasar bagi produk-produk UMKM lokal.
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh, terhitung mulai tanggal 6 hingga 8 Maret 2026 mendatang. Pemilihan waktu ini dinilai sangat strategis karena bertepatan dengan periode bulan suci Ramadan.
Lokasi penyelenggaraan telah ditetapkan di area parkir selatan barat kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat. Pemilihan GBK diharapkan mampu menarik minat pengunjung yang tinggi selama libur jelang Idulfitri.
Acara ini secara spesifik difokuskan pada penguatan daya saing UMKM di sektor kuliner, mengingat tingginya permintaan jajanan tradisional maupun modern selama bulan puasa. Ini merupakan upaya nyata Kemenko PM dalam mendukung perputaran ekonomi mikro.
"Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang lebih tangguh dan berdaya saing," dilansir dari Beritasatu.com.
Upaya nyata dalam mewujudkan komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Festival Jejak Jajanan Nusantara yang akan segera digelar. Ini menjadi barometer keberhasilan pembinaan UMKM selama ini.
"Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Festival Jejak Jajanan Nusantara," tambah keterangan resmi tersebut.
Momen ini menjadi kesempatan emas bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka langsung kepada konsumen dalam skala besar. Ajang di GBK ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan omzet signifikan.
