JABARONLINE.COM - Pasar modal Amerika Serikat mengalami tekanan hebat hingga berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Sentimen negatif ini muncul menyusul rilis laporan keuangan produsen cip kecerdasan buatan yang berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi tersebut seketika memicu aksi jual masif pada saham-saham sektor teknologi yang selama ini menjadi motor penggerak utama bursa.
Penurunan paling mencolok terlihat pada indeks Nasdaq yang sarat akan emiten teknologi dengan koreksi mencapai 1,2%. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar pada hari sebelumnya yang sempat menunjukkan tren penguatan signifikan. Investor tampak bereaksi cepat terhadap data kinerja yang mengecewakan dari para pemain utama industri semikonduktor global tersebut.
Indeks semikonduktor Philadelphia menjadi salah satu indikator yang paling terdampak dengan anjlok sebesar 3,2% di New York. Kejatuhan indeks sektoral ini memberikan beban berat bagi pergerakan Wall Street secara keseluruhan sepanjang sesi perdagangan berlangsung. Para pelaku pasar kini mulai mempertanyakan keberlanjutan reli panjang yang sebelumnya didorong oleh euforia teknologi kecerdasan buatan.
Di tengah gempuran koreksi saham teknologi, indeks Dow Jones Industrial Average justru masih mampu bertahan di zona hijau meskipun menguat tipis. Penguatan terbatas ini didukung oleh performa saham-saham siklikal yang memberikan bantalan bagi pasar agar tidak jatuh lebih dalam. Pergerakan yang kontras ini menunjukkan adanya rotasi modal yang dilakukan oleh para pemodal di lantai bursa New York.
Kekecewaan investor terhadap performa emiten cip AI telah merusak sentimen positif yang telah terbangun selama beberapa pekan terakhir. Sektor teknologi yang biasanya menjadi primadona kini justru menjadi pemberat utama bagi laju indeks gabungan di bursa saham AS. Hal ini mencerminkan tingginya ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan industri kecerdasan buatan yang sangat masif belakangan ini.
Situasi di bursa New York pada akhir pekan ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi besar. Meskipun ekonomi AS secara umum masih menunjukkan ketahanan, ketergantungan pada sektor cip membuat volatilitas pasar meningkat tajam. Analis mengamati bahwa koreksi ini merupakan respons alami atas valuasi saham teknologi yang dianggap sudah terlampau tinggi.
Penutupan pasar yang suram di hari Jumat menjadi catatan penting bagi para pelaku pasar dalam menyusun strategi investasi pekan depan. Fokus investor diprediksi akan tetap tertuju pada perkembangan sektor teknologi dan data ekonomi makro terbaru lainnya. Wall Street kini menanti momentum baru untuk bisa kembali bangkit dari tekanan yang dipicu oleh sektor semikonduktor tersebut.
Sumber: Beritasatu
