JABARONLINE.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan terbaru yang terjadi pada Bullion Bank. Perkembangan ini menjadi sorotan penting dalam peta investasi domestik saat ini.
Apresiasi tersebut muncul seiring dengan peningkatan jumlah nasabah yang tercatat di Bullion Bank sejak instrumen finansial ini pertama kali diperkenalkan ke publik. Peningkatan ini dianggap sebagai indikator positif oleh pemerintah.
Peluncuran Bullion Bank sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2025 lalu, menandai komitmen dalam menyediakan alternatif investasi komoditas berharga. Kini, hasilnya mulai terlihat signifikan.
Pertumbuhan pesat jumlah nasabah ini secara langsung merefleksikan minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas yang terus meningkat. Fenomena ini terjadi pada periode yang penuh ketidakpastian global.
Ketidakpastian ekonomi dunia yang terus membayangi menjadi salah satu faktor utama mengapa emas kembali menjadi pilihan favorit para investor. Emas seringkali dianggap sebagai lindung nilai (hedging) yang aman.
"Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bangga melihat perkembangan jumlah nasabah Bullion Bank yang meningkat signifikan sejak pertama kali diluncurkan pada 2025," demikian dilansir dari Beritasatu.com.
Lebih lanjut, peningkatan jumlah investor pada bank emas ini membuktikan bahwa instrumen tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Hal ini menjadi capaian yang patut diapresiasi.
"Peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi emas terus tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global," kata Airlangga Hartarto.
Kenaikan ini menegaskan bahwa strategi penyediaan produk investasi berbasis komoditas fisik seperti emas telah memberikan dampak positif bagi literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
