JABARONLINE.COM - Transformasi digital kini menjadi agenda utama berbagai organisasi di Indonesia, namun kesuksesannya tidak semata ditentukan oleh adopsi teknologi terbaru. Platform Talentlytica baru-baru ini menyelenggarakan sebuah forum eksklusif bertajuk Diorama untuk membahas peran vital Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menggerakkan perubahan ini.
Forum Diorama dirancang berbeda dari seminar konvensional; acara ini mengedepankan suasana diskusi santai. Tujuannya adalah memperkuat kesiapan talenta agar perusahaan mampu bergerak lebih adaptif menghadapi dinamika zaman yang terus bergerak cepat.
Kegiatan ini secara khusus mengumpulkan para praktisi HR dari berbagai perusahaan nasional. Mereka berkesempatan bertukar pandangan dan berbagi pengalaman nyata mengenai pengelolaan tenaga kerja yang kini semakin kompleks dan menantang.
Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut adalah urgensi melakukan reskilling atau peningkatan keterampilan karyawan. Selain itu, tantangan dalam mencetak pemimpin yang tangguh di tengah organisasi yang semakin berbasis data juga dibahas mendalam.
Secara kolektif, para praktisi HR yang hadir menyepakati satu hal mendasar. Keberhasilan dalam mengadopsi teknologi baru secara efektif sangat bergantung pada kesiapan mental dan peningkatan kompetensi dari sisi manusianya.
Chief of Customer Success Talentlytica, Ahmad Fachrur Rivai, memberikan pandangannya mengenai kecenderungan yang sering terjadi di lapangan. Ia menyoroti fenomena organisasi yang cenderung terlalu fokus pada alokasi investasi teknologi semata tanpa diikuti langkah strategis lainnya.
"Saya menilai banyak perusahaan melupakan penguatan kapasitas individu yang seharusnya menjadi motor penggerak utama dari sistem tersebut," ujar Ahmad Fachrur Rivai. Hal ini menggarisbawahi bahwa mesin digital secanggih apapun tidak akan berfungsi optimal tanpa operator yang kompeten.
Dilansir dari BisnisMarket.com, forum yang diadakan di Jakarta ini menegaskan bahwa investasi pada modal manusia adalah prasyarat mutlak untuk mencapai hasil maksimal dari setiap inisiatif digital. Kesiapan talenta adalah fondasi, bukan sekadar pelengkap.
