JABARONLINE.COM - Pekan kedua bulan Maret 2026 menjadi periode yang menantang bagi harga perak batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Pergerakan harga logam mulia ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi mengikuti dinamika pasar internasional.
Secara agregat, tercatat bahwa harga perak Antam mengalami penurunan kumulatif yang cukup signifikan selama periode tersebut. Penurunan total yang dibukukan mencapai angka 4,24 persen sepanjang sepekan penuh.
Kondisi pasar yang bergejolak ini secara langsung memengaruhi nilai jual perak Antam di berbagai unit bisnisnya. Fluktuasi ini merupakan cerminan dari sentimen yang berkembang di bursa komoditas global saat itu.
Titik awal pekan itu, tepatnya pada hari Senin, 9 Maret 2026, terlihat adanya koreksi harga yang cukup tajam. Hal ini menandakan tekanan jual yang mulai mendominasi pergerakan harga di awal minggu.
Dilansir dari Beritasatu.com, tercatat bahwa harga per gram perak Antam mengalami pemangkasan sebesar Rp 2.000 dari penutupan hari sebelumnya. Penurunan ini cukup signifikan dalam pergerakan harian logam mulia.
Harga perak pada hari Senin tersebut terkoreksi ke level Rp 51.100 per gram. Angka ini merupakan titik harga baru setelah sebelumnya sempat berada di posisi yang lebih tinggi.
Sebelum terjadi koreksi tersebut, harga perak Antam sempat bertahan di level Rp 53.100 per gram. Perbedaan antara harga penutupan sebelumnya dan harga Senin menunjukkan pelemahan yang jelas.
Pergerakan fluktuatif ini merupakan bagian dari dinamika umum pasar logam mulia yang sensitif terhadap berbagai faktor ekonomi makro global. Investor dan pembeli perlu mencermati tren ini dengan hati-hati.
"Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bergerak fluktuatif pada pekan kedua Maret 2026 mengikuti dinamika pasar logam mulia," demikian pernyataan yang disampaikan mengenai kondisi pasar tersebut.
