JABARONLINE.COM - Pergerakan pasar komoditas logam mulia menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan hari Jumat (6/3/2026) waktu setempat di Amerika Serikat. Kenaikan ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi makro dari negara adidaya tersebut.

Faktor utama yang mendorong lonjakan harga adalah rilis data tenaga kerja AS yang ternyata menunjukkan hasil yang lebih lemah dari estimasi para analis pasar. Kondisi ini langsung mengubah sentimen investor secara drastis.

Sentimen pasar yang memburuk terhadap prospek ekonomi AS ini kemudian memicu kembali optimisme mengenai kemungkinan adanya pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika, Federal Reserve (The Fed). Harapan ini menjadi katalis utama bagi aset-aset investasi tertentu.

Berdasarkan pantauan data pasar global yang dilansir dari Bloomberg, harga perak spot berhasil membukukan kenaikan impresif sebesar 2,79 persen. Kenaikan tersebut membawa harga logam tersebut mencapai level US$ 84,5426 per ons troi pada saat penutupan sesi perdagangan.

Pergerakan harga perak ini menunjukkan korelasi terbalik dengan ekspektasi suku bunga, di mana melemahnya data ketenagakerjaan meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai. Kenaikan ini juga mengikuti pergerakan positif yang ditunjukkan oleh harga emas.

Perdagangan pada Jumat (6/3/2026) waktu Amerika Serikat menjadi penentu arah pergerakan harga perak yang cukup signifikan. Data tenaga kerja yang mengecewakan menjadi titik balik sentimen pada sesi tersebut.

Kenaikan sebesar 2,79% ini menegaskan bahwa pasar sangat sensitif terhadap indikator ketenagakerjaan sebagai proyeksi kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Level harga baru di US$ 84,5426 per ons troi menandai pencapaian penting bagi komoditas perak.

"Harga perak ditutup menguat pada perdagangan Jumat (6/3/2026) waktu Amerika Serikat (AS) setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu kembali harapan pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve," demikian dicatat dalam laporan perkembangan pasar.

Lebih lanjut, data pasar global yang dilansir dari Bloomberg menunjukkan hasil spesifik mengenai apresiasi nilai ini. "Harga perak spot naik 2,79% menjadi US$ 84,5426 per ons troi pada penutupan perdagangan," sebagaimana tercatat dalam catatan akhir hari perdagangan tersebut.