JABARONLINE.COM - Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) secara resmi mengumumkan langkah strategis terbaru mereka dalam pembaruan alutsista pertahanan negara. Keputusan ini berfokus pada peningkatan kemampuan daya gempur jarak jauh Singapura di kawasan Asia Tenggara.
Langkah akuisisi ini mencakup pembelian perangkat sistem peluncur roket ganda berpemandu yang sangat spesifik. Sistem yang dimaksud dikenal dengan nama Guided Multiple Launch Rocket System-Alternative Warhead (GMLRS-AW) dari Amerika Serikat.
Pembelian ini juga mencakup semua perlengkapan pendukung yang diperlukan untuk mengintegrasikan sistem persenjataan canggih tersebut ke dalam struktur pertahanan Singapura. Ini menunjukkan komitmen serius terhadap modernisasi militer.
Keputusan strategis ini merupakan upaya signifikan yang dilakukan oleh negara tetangga Indonesia tersebut. Tujuannya adalah untuk memperkuat postur pertahanan negara di tengah dinamika keamanan regional yang terus berkembang.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, langkah pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini melibatkan investasi dana yang cukup besar. Total nilai transaksi diperkirakan mencapai angka substansial, yakni sekitar Rp 1,41 triliun.
Pengadaan GMLRS-AW ini menandakan peningkatan kapabilitas pertahanan Singapura di lini artileri jarak jauh. Sistem ini dikenal memiliki akurasi tinggi dalam penargetan.
"MINDEF telah mengonfirmasi langkah strategis mereka untuk mengakuisisi perangkat sistem peluncur roket ganda berpemandu, yang dikenal sebagai Guided Multiple Launch Rocket System-Alternative Warhead (GMLRS-AW), beserta perlengkapan pendukungnya dari Amerika Serikat (AS)," demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut.
Langkah pembelian alutsista ini dipandang sebagai bagian integral dari upaya berkelanjutan Singapura dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas regional. Program modernisasi pertahanan telah menjadi prioritas utama pemerintah Singapura.
"Langkah pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini merupakan upaya signifikan dalam rangka memperkuat postur pertahanan negara tetangga Indonesia tersebut di kawasan," demikian poin penting yang disampaikan dalam laporan mengenai akuisisi ini.
