JABARONLINE.COM - UPT SMAN 8 Pinrang secara resmi memulai rangkaian pembinaan bagi para delegasi yang akan bertarung dalam lomba resensi buku tingkat kabupaten. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 April 2026, ini dipusatkan di lingkungan sekolah dengan pengawasan ketat dari tim pembimbing.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari analisis mendalam sekolah terhadap pentingnya penguatan literasi di kalangan remaja. Melalui bimbingan teknis ini, sekolah berupaya mencetak generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengkritisi sebuah karya tulis secara sistematis.

Dua siswa unggulan, yakni Putra Mahkota Perdana dan Muh. Rezaldi, terpilih menjadi perwakilan sekolah dalam ajang bergengsi tersebut. Keduanya terlihat serius mendalami materi yang diberikan guna mengasah ketajaman analisis mereka terhadap teks.

Proses pembinaan ini didampingi langsung oleh Alimuddin, S. Pd, seorang guru Bahasa Indonesia yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dilansir dari Humas SMAN 8 Pinrang, kehadiran pembimbing profesional ini bertujuan untuk memberikan standar penulisan yang sesuai dengan kriteria penilaian lomba.

Fokus utama dalam pembinaan ini mencakup pemahaman mendalam terhadap substansi buku hingga penguasaan struktur penulisan resensi yang baku. Para siswa diajarkan untuk menyusun argumen yang logis dan menarik agar mampu memikat dewan juri nantinya.

Suasana di ruang pembinaan tampak dinamis dengan adanya diskusi aktif antara siswa dan pembimbing. Dengan dukungan perangkat laptop yang memadai, para peserta langsung mempraktikkan teori yang didapat ke dalam draf tulisan mereka secara mandiri.

"Dalam mengikuti lomba, hal yang patut ditanamkan adalah semangat juang dan rasa percaya diri," ujar Alimuddin, S. Pd saat memberikan motivasi di sela-sela pembinaan.

"Dengan semangat dan keyakinan, insya Allah akan memberikan kemenangan," kata beliau menekankan pentingnya mentalitas juara bagi para siswa.

Secara analitis, kegiatan ini mencerminkan komitmen jangka panjang UPT SMAN 8 Pinrang dalam membangun ekosistem pendidikan yang kompetitif. Penguasaan literasi dianggap sebagai fondasi utama bagi siswa untuk bersaing, baik di tingkat kabupaten maupun di jenjang yang lebih tinggi.