JABARONLINE.COM - Pemerintah Republik Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis yang signifikan dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap dinamika global yang penuh ketidakpastian, khususnya yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ketidakpastian pasokan energi global saat ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar di dalam negeri. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan secara serius adalah penyesuaian komposisi bahan bakar nabati dalam minyak solar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa wacana mengenai peningkatan campuran biodiesel dalam minyak solar menjadi B60 sedang dalam kajian mendalam. Peningkatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Saat ini, Indonesia masih menerapkan campuran biodiesel B50 dalam solar yang beredar di pasaran. Langkah menuju B60 ini dipandang sebagai upaya konkret untuk meredam dampak lonjakan harga minyak mentah dunia yang fluktuatif.

"Indonesia sedang mempertimbangkan peningkatan campuran biodiesel dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel menjadi B60, dari sebelumnya B50, untuk mengatasi dampak lonjakan harga minyak dunia dan memperkuat ketahanan energi domestik," ungkap Bahlil Lahadalia.

Proses transisi menuju kebijakan energi yang lebih mandiri ini dilakukan secara bertahap dan terukur. Kementerian ESDM saat ini sedang memantau hasil dari program uji coba yang sedang berjalan.

Bahlil Lahadalia juga memberikan informasi mengenai perkembangan program uji coba saat ini. "Uji coba campuran biodiesel B50 tengah berlangsung dan diperkirakan selesai pada semester II-2026," tegasnya saat berbicara pada Selasa (10/3/2026).

Hasil dari uji coba B50 ini akan menjadi basis data penting sebelum pemerintah mengambil keputusan final terkait implementasi mandatori B60. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan efek domino positif bagi sektor perkebunan kelapa sawit nasional.

Dilansir dari BisnisMarket.com, persiapan kebijakan energi tangguh ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengamankan kepentingan energi domestik di tengah tantangan global. Keputusan akhir akan didasarkan pada evaluasi teknis dan ekonomi yang komprehensif.