JABARONLINE.COM - Situasi geopolitik internasional yang sedang memanas, khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, telah memicu kekhawatiran serius mengenai kesinambungan pasokan energi di Indonesia. Kondisi global ini menuntut adanya penyesuaian strategis dalam sektor distribusi logistik nasional.
Kekhawatiran terhadap stabilitas energi ini menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk mencari opsi distribusi barang yang lebih andal dan terjamin ketahanannya. Fokus utama kini adalah memitigasi risiko gangguan rantai pasok akibat dinamika internasional.
Salah satu usulan kunci yang muncul adalah pergeseran moda transportasi untuk pengiriman barang jarak jauh. Para pengusaha mendesak agar angkutan barang yang melintasi jarak di atas 1.000 kilometer diprioritaskan menggunakan jalur laut.
Hal ini didasari pertimbangan bahwa jalur laut menawarkan kapasitas yang lebih besar dan potensi mitigasi risiko yang lebih baik dibandingkan moda transportasi darat, terutama dalam konteks menjaga stabilitas distribusi di tengah ketidakpastian global.
Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, memberikan pandangan tegas mengenai pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar di dalam negeri. Ketersediaan BBM dinilai sebagai elemen fundamental bagi kelancaran seluruh proses distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia.
"Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menjamin keamanan stok serta menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri," dilansir dari BISNISMARKET.COM.
Lebih lanjut, Mahendra Rianto menekankan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan BBM adalah prasyarat mutlak bagi kelancaran distribusi barang. Tanpa pondasi energi yang kuat, efisiensi logistik mustahil tercapai secara optimal.
"Ketersediaan BBM merupakan pondasi utama kelancaran distribusi barang," kata Mahendra Rianto, menggarisbawahi urgensi sektor energi dalam mendukung pergerakan logistik nasional.
Dengan mengalihkan angkutan jarak jauh ke laut, diharapkan beban konsumsi BBM untuk truk logistik jarak jauh dapat berkurang, sehingga mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga BBM di tengah tekanan global.
