JABARONLINE.COM - Menjelang periode puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya mengambil langkah inovatif dalam memberikan pelayanan prima kepada para pemudik. Inisiatif ini dirancang untuk memastikan perjalanan para perantau yang kembali ke kampung halaman berjalan lebih lancar dan nyaman.
Inovasi yang digagas oleh Kemenag Tasikmalaya ini berfokus pada pemanfaatan aset keagamaan yang ada di sepanjang rute perjalanan. Sebanyak 35 unit masjid yang terletak strategis di jalur mudik utama kini disulap menjadi Posko Mudik Ramah dan Nyaman.
Fasilitas ini tidak hanya menyediakan tempat untuk menjalankan ibadah salat wajib dan sunah bagi para musafir, tetapi juga menawarkan kenyamanan tambahan selama perjalanan panjang mereka. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah melalui instansi vertikalnya dalam menyambut hari besar keagamaan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Patoni, mengonfirmasi rencana besar ini kepada awak media. Program ini merupakan upaya proaktif dalam mengantisipasi peningkatan volume kendaraan dan kepadatan pemudik yang diprediksi mencapai puncaknya dalam waktu dekat.
"Kami berinovaai sediakan dan jadikan Mesjid di jalur mudik nasional dan jalur provinsi," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Patoni kepada detikJabar (6/3/2026).
Lebih lanjut, Ahmad Patoni menjelaskan bahwa implementasi program ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pengurus masjid setempat. Kerjasama ini penting untuk memastikan operasional posko berjalan efektif dan sesuai harapan.
"Kami bekerjasama dengan DKM setidaknya ada 35 masjid yang akan jadi posko mudik ramah dan nyaman," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Patoni kepada detikJabar (6/3/2026).
Layanan yang disediakan di 35 posko masjid ini diharapkan dapat menjadi titik istirahat yang sangat dibutuhkan, mengurangi potensi kelelahan pengemudi, serta meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalur mudik Tasikmalaya pada momen krusial tersebut. Program ini dilansir dari detikJabar.
