JABARONLINE.COM - Baharuddin Iskandar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tiga calon pekerja asal Sulawesi Selatan yang mendapatkan kesempatan bekerja di Jepang. Kesempatan emas ini menunjukkan adanya kemajuan dalam memfasilitasi tenaga kerja muda daerah.
Kesempatan ini terwujud berkat kemitraan strategis antara Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri 2 Pinrang dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Osin (Omotenashi Servis Indonesia). Kolaborasi ini dirancang sebagai jembatan bagi pemuda untuk meraih peluang kerja internasional melalui persiapan yang terstruktur.
Nilawati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMK Negeri 2 Pinrang, menjelaskan bahwa cakupan kerja sama ini melampaui batas sekolah mereka. Program ini terbuka bagi calon pekerja dari berbagai sekolah lain yang menunjukkan minat dan potensi untuk berkarir di luar negeri.
"Kerjasama BKK SMK 2 Pinrang dengan LPK Osin menjadi langkah konkret kami untuk membantu tenaga muda dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan yang sama dalam dunia kerja internasional," ungkap Nilawati.
Ketiga calon pekerja yang terpilih tersebut terdiri dari lulusan beragam latar belakang pendidikan. Salah satunya adalah Aswar, lulusan SMK Negeri 2 Pinrang yang berasal dari Barang Palie, Lanrisang, Pinrang.
Bergabung bersama Aswar adalah Muh. Iqbal Fathur, yang merupakan alumni SMK Negeri 1 Pinrang dari jurusan Teknik Listrik. Selain itu, M. Ilham M. Akil, lulusan SMAN 2 Pare Pare jurusan Ilmu Sosial, melengkapi kuota tiga pekerja tersebut.
Ketiganya dijadwalkan akan bekerja di perusahaan Kabushiki-gaisha Hokuriku Ossoku, yang dikenal juga sebagai PT. Hokuriku Pressure Conveyance. Kontrak kerja mereka di Jepang akan berlangsung selama tiga tahun di bidang konstruksi pemompaan beton.
Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan organisasi J-Polish Kyodo Kumiai, sebuah struktur yang memastikan penempatan kerja sesuai standar di Jepang.
Sebagai persiapan penting, semua peserta program telah memulai pembelajaran bahasa Jepang dasar sejak Februari 2026. Materi pembelajaran yang digunakan bersumber dari buku "Minna no Nihongo" Bab 1, memastikan pemahaman bahasa yang memadai.
