JABARONLINE.COM - PT Transjakarta terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan standar keselamatan operasional armada bus yang melayani warga Jakarta. Inovasi terbaru ini secara spesifik menyasar aspek sumber daya manusia, yaitu para pengemudi atau pramudi bus Transjakarta.
Langkah signifikan yang diambil perusahaan adalah mengintegrasikan dua teknologi mutakhir, yaitu Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang dipadukan dengan Driver Monitoring Systems (DMS). Teknologi gabungan ini menjadi garda terdepan dalam pengawasan kondisi pramudi saat bertugas di lapangan.
Fokus utama dari implementasi sistem teknologi ini adalah menciptakan pencegahan dini terhadap potensi insiden atau kecelakaan. Pencegahan ini ditujukan pada kasus yang dipicu oleh faktor kelelahan fisik atau penurunan konsentrasi pengemudi selama jam operasional.
Sistem yang baru diterapkan ini dirancang untuk bekerja secara proaktif dalam mendeteksi anomali pada pengemudi, alih-alih hanya bereaksi setelah kejadian buruk terjadi. Hal ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam manajemen keselamatan operasional Transjakarta.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, inovasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang yang menggunakan jasa transportasi publik tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko di jalur padat ibu kota.
Fokus pengawasan teknologi ini mencakup pemantauan ketat terhadap indikator fisik dan tingkat konsentrasi pramudi bus selama mereka mengemudikan armada. Ini mencakup analisis gerakan mata dan pola perilaku mengemudi lainnya.
Implementasi teknologi deteksi dini kelelahan ini menunjukkan keseriusan Transjakarta dalam mengadopsi solusi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan keamanan berlalu lintas. Upaya ini sejalan dengan tuntutan pelayanan transportasi publik modern yang mengutamakan keselamatan.
"Inovasi signifikan yang diterapkan adalah integrasi sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang dipadukan dengan Driver Monitoring Systems (DMS)," ujar perwakilan manajemen Transjakarta.
Manajemen menegaskan bahwa teknologi gabungan ini dirancang khusus untuk mengawasi kondisi fisik dan konsentrasi pramudi selama bertugas di jalanan ibu kota. Pengawasan ini dilakukan secara real-time untuk intervensi cepat jika diperlukan.
