JABARONLINE.COM - Pasar logam mulia tanah air mencatat pergerakan harga yang menarik pada awal pekan ini, khususnya pada komoditas perak. Penurunan harga ini terjadi seiring dengan adanya tekanan jual yang turut mempengaruhi harga emas batangan yang diproduksi oleh BUMN pertambangan tersebut.

Pergerakan harga perak Antam pada hari Senin tanggal 9 Maret 2026 memperlihatkan tren koreksi ke bawah. Koreksi ini menandakan adanya perubahan sentimen pasar yang mendasari valuasi logam mulia tersebut di tingkat konsumen.

Berdasarkan data resmi yang terhimpun dari laman Logam Mulia, tercatat bahwa harga perak mengalami pemotongan sebesar Rp 2.000 per gram. Penurunan ini cukup signifikan dalam pergerakan harian harga logam mulia di Indonesia.

Sebelum mengalami koreksi, harga perak Antam tercatat berada di level Rp 53.100 per gram. Angka ini menjadi patokan sebelum terjadi penyesuaian harga yang lebih rendah pada hari perdagangan yang bersangkutan.

Dengan adanya penurunan sebesar Rp 2.000, harga terbaru untuk perak batangan Antam ditetapkan pada posisi Rp 51.100 per gram. Level harga baru ini menjadi acuan bagi para investor dan pembeli di hari tersebut.

Pergerakan harga perak Antam ini diyakini memiliki korelasi kuat dengan dinamika yang terjadi pada harga emas Antam. Umumnya, pergerakan harga kedua logam mulia tersebut cenderung mengikuti arah yang sama dalam jangka pendek.

"Harga perak PT Aneka Tambang (Antam) pada Senin (9/3/2026) mengalami penurunan seiring melemahnya harga emas Antam," demikian tercatat dalam laporan perkembangan harga logam mulia hari itu.

Informasi mengenai penurunan harga ini secara spesifik dapat dilihat pada laman resmi produk Logam Mulia yang dikelola oleh perusahaan tersebut. Hal ini menegaskan transparansi dalam penetapan harga jual kepada publik.

"Harga perak Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 51.100 per gram dari sebelumnya Rp 53.100 per gram," demikian detail angka yang tertera dalam catatan resmi harga jual hari itu.