JABARONLINE.COM - Pergerakan instrumen investasi emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan dinamika yang cukup dinamis di pasar domestik. Sepanjang periode pekan kedua Maret 2026, nilai komoditas logam mulia ini terpantau mengalami tren penurunan yang perlu dicermati oleh para investor.

Berdasarkan rangkuman data pasar terbaru, harga emas Antam secara kumulatif selama sepekan telah mengalami penyusutan sebesar Rp 7.000. Angka tersebut membawa posisi harga emas batangan kini berada di level Rp 2,997 juta per gram pada penutupan pekan tersebut.

Informasi mengenai perubahan nilai logam mulia yang cukup signifikan ini dilansir dari Beritasatu.com. Laporan tersebut mencatat adanya pergerakan yang sangat fluktuatif sejak hari pertama perdagangan di minggu tersebut hingga memasuki akhir pekan.

"Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bergerak fluktuatif sepanjang pekan kedua Maret 2026," ujar laporan tertulis yang dikutip dari Beritasatu.com.

Titik balik penurunan mulai terasa kuat pada pembukaan pasar di awal pekan, tepatnya pada hari Senin tanggal 9 Maret 2026. Saat itu, pasar logam mulia domestik dikejutkan dengan koreksi harga yang cukup dalam dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya.

Nilai jual emas batangan pada hari Senin tersebut tercatat anjlok sebesar Rp 55.000 per gram. Penurunan tajam ini menggeser posisi harga dari yang semula Rp 3,059 juta menjadi Rp 3,004 juta per gram dalam waktu singkat.

"Pada Senin (9/3/2026), harga emas Antam anjlok Rp 55.000 menjadi Rp 3,004 juta per gram dari posisi akhir pekan sebelumnya Rp 3,059 juta per gram," kata laporan data dari Beritasatu.com.

Penurunan drastis yang terjadi pada hari Senin tersebut dicatat sebagai salah satu koreksi harga terbesar yang dialami Antam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar emas di tengah situasi ekonomi global yang terus berkembang.

Meskipun terjadi penurunan yang cukup mencolok di awal pekan, dinamika harga terus berubah mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar global. Para pelaku pasar dan investor kini terus memantau apakah tren pelemahan ini akan berlanjut atau segera mengalami pemulihan pada pekan berikutnya.