BOGOR – Sebuah video yang diunggah akun TikTok TikTok @ubhe_renaldi viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria lanjut usia bernama Mujadi (90) mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang melibatkan oknum kepala desa (kades) di wilayah Bogor.

Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit itu, Mujadi menyampaikan langsung permohonannya kepada Gubernur Jawa Barat. Ia mengaku mengalami kerugian akibat dugaan penipuan berkedok penyewaan kontrakan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Assalamualaikum Bapak Gubernur, ini Mujadi umur 90 tahun. Saya minta tolong untuk kasus penipuan terhadap saya oleh kades Bogor dan pihak terkait,” ujar Mujadi dalam video tersebut.

Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula dari penawaran kontrakan yang disertai dokumen kepemilikan berupa surat yang diduga tidak sah. Menurutnya, kasus serupa juga dialami oleh banyak korban lain.

“Korban lebih dari 20 orang,” ungkapnya.

Mujadi mengaku hingga kini belum mendapatkan penyelesaian, meski kasus tersebut telah berjalan selama kurang lebih empat tahun. Akibat permasalahan tersebut, ia bahkan harus kehilangan tempat tinggal.

“Sampai saat ini tidak ada penyelesaian. Saya sampai tidak memiliki rumah karena harus digadaikan untuk biaya berobat,” tambahnya.

Dalam video itu juga disebutkan bahwa Mujadi telah berupaya menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baik di Gedung Pakuan maupun kediaman pribadi, namun belum berhasil bertemu.

Selain Mujadi, seorang korban lain turut menyampaikan keluhan serupa. Ia menyebut bahwa oknum kades diduga memberikan jaminan berupa dokumen Akta Jual Beli (AJB) yang ternyata memiliki isi yang sama antar korban.