JABARONLINE.COM - Wacana penggunaan Jalur Puncak II sebagai jalur alternatif saat musim mudik Idul Fitri 2026 mendatang harus segera dikesampingkan. Otoritas setempat secara tegas tidak merekomendasikan jalur ini untuk dilewati oleh pemudik maupun saat arus balik.

Keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi mendalam mengenai kondisi fisik infrastruktur jalan di sepanjang lintasan tersebut. Faktor keselamatan pemudik menjadi pertimbangan utama dalam penentuan jalur alternatif resmi.

Salah satu masalah krusial yang dihadapi Jalur Puncak II adalah kondisi jalan yang dinilai sudah mengalami kerusakan signifikan di beberapa titik. Kerusakan ini tentu meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Selain masalah perkerasan jalan, kondisi geologis di sekitar jalur tersebut juga menjadi sorotan serius. Tanah yang labil di beberapa area menambah daftar panjang risiko yang harus dihadapi pengguna jalan.

Kondisi lingkungan turut memperburuk situasi, terutama pada malam hari. Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalur Puncak II menciptakan zona gelap yang sangat berbahaya bagi pengendara.

Kombinasi antara jalan rusak, tanah yang tidak stabil, dan minimnya penerangan membuat jalur ini dikategorikan memiliki risiko tinggi bagi keselamatan para pemudik yang melintas. Hal ini disampaikan berdasarkan pantauan langsung di lapangan.

Awalnya, jalur ini sempat dipertimbangkan sebagai opsi cadangan jika kepadatan di Jalur Puncak utama mencapai titik jenuh. "Awalnya Jalur Puncak II akan disiapkan sebagai alternatif jika Jalur Puncak utama mengalami kemacetan parah atau lonjakan volume kendaraan pemudik," kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa upaya antisipatif telah dilakukan, namun kendala teknis di Puncak II memaksa pihak kepolisian untuk mencoretnya dari daftar rute darurat. Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi menegaskan bahwa keselamatan publik harus didahulukan di atas efisiensi waktu perjalanan.

Para pemudik diimbau untuk mematuhi rekomendasi resmi dari kepolisian dan hanya menggunakan jalur-jalur utama yang telah diverifikasi keamanannya menjelang perayaan Idul Fitri tahun 2026.