Home / Ragam / Sastra / Gebyar Drama, Angkat Tema “Masih Indonesia” Cerminkan Realitas Masyarakat

Gebyar Drama, Angkat Tema “Masih Indonesia” Cerminkan Realitas Masyarakat

Kota Bogor-Berawal dari tugas mata kuliah, Mahasiswa Universitas Pakuan, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar Gebyar Drama 2019 dengan bingkai “Masih Indonesia” yang digelar di Gedung Kesenian Kemuning Gading, Balai Kota, Sabtu (12/01/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia sastra dengan drama di kalangan masyarakat. Karena fungsi kesenian harus mencerminkan realitas masyarakat. Pada acara tersebut ditampilkan berbagai macam karya teater diantaranya, Bulan dan Kerupuk, Siti Jenar, Belentung, dan Jangan Menangis Indonesia.

Pementasan teater Bulan dan Kerupuk.

Menurut Sutradara Teater Bulan dan Kerupuk Angga Yuda Septian, dengan mengangkat tema “Masih Indonesia” artinya adalah bahwa bisa berupa pertanyaan atau pernyataan, “maksudnya apakah kita masih Indonesia dengan keadaan kita yang sekarang dengan masuknya globalisasi, modernitas atau kita menyatakan bahwa kita masih Indonesia,” kata Angga kepada wartawan disela kegiatan.

Dirinya mengungkapkan, sebagai generasi muda penerus bangsa dan sebagai mahasiswa harus selalu mencintai budaya Indonesia. Begitu pun dengan yang digelarnya Gebyar Drama.

Kali ini, ia bersama rekan-rekannya mempersembahkan sebuah teater berjudul ‘Bulan dan Kerupuk’ yang mempunyai arti sebagai symbol, bahwa bulan itu adalah sesuatu yang sangat diimpikan, dan sesuatu yang sangat indah.

“Karena banyak orang apalagi dikalangan menengah bawah banyak yang menginginkan sebagai bulan tetapi pada dasarnya dia bermental kerupuk, maksudnya kata kerupuk adalah rapuh, atau lemah,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Mata Kuliah Apresiasi dan Kajian Drama, Aam Nurjaman mengatakan, pementasan hari ini (Sabtu) ada dua, yaitu pementasan yang pertama dengan judul Kerupuk dan Bulan. Menurutnya, semangat pentas ini diawali dari latihan di kampus sebelumnya.

“Ini merupakan semangat kelas saja tapi karena sekarang sudah diluar pertunjukan sudah berbicara kepada masyarakat jadi kita mempersiapkan berbagai macam tema yang lebih luas untuk masyarakat sampai muncul nya tema “Masih Indonesia”,” kata Aam.

Awalnya, pentas seni tersebut hanyalah tugas mata kuliah saja, “lalu dikemas lah bersama Himpunan Mahasiswa maka jadilah program kerja Himpunan Mahasiswa,” Ungkap Aam.

Kemudian dirinya berharap untuk mahasiswa, bahwa mereka mempunyai nilai apresiasi dan ekspresi dari segi teori, yang terbentuk dalam pemahaman nilai-nilai terhadap karya yang ditampilkannya. Bukan hanya sekedar pertunjukan hiburan, tetapi ini juga termasuk nilai-nilai kehidupan yang luas seperti nilai moral.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Suhendra, menambahkan pentas drama ini merupakan kegiatan rutin Prodi Pendidikan Bahasa (PB) Indonesia. “Kami mengapresiasi kerja keras para mahasiswa dalam mempersiapkn acara ini. Ini kgiatan spektakuler dan sarat akan pebanaman nilai-nilai karakter yang akan menumbuhkn kerja keras dan kemandirian,” tambah Suhendra.

Pertunjukan yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Sandi Budiana,M.Pd ternyata mampu menarik penonton dari kalangan siswa dan masyarakat umum.

Di tempat yang sama, Wildan F Mubarock merasa kagum dan sangat mengapresia dua kelas yang dibimbingnya ujarnya pada awak media.

(Sarah Mira/Oly)

Komentar