Home / Regional / Bandung / Alloh Ingin Kita Tentram Di Dunia Sebelum Ke Surga
Digital Camera

Alloh Ingin Kita Tentram Di Dunia Sebelum Ke Surga

Jabar Online (Kota Bandung)-,Ratusan anak muda dan orang tua ihwan/ahwat mengikuti mabit (Malam Bina Iman dan Takwa) di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukancana, Sabtu (23/2/2019) malam. Lantunan Alquran dan selawat menggema di acara ini.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengapresiasi acara mabit ini. Melalui mabit, dapat merangkul warga Bandung khususnya anak muda untuk lebih produktif dan mendekatkan diri dengan Allah SWT.

“Alhamdulillah mang Oded lihat kebanyak yang ikutan Mabit kali ini anak muda. Insyaallah ke depannya peserta lebih banyak lagi. Mabid ini mampu menghadirkan generasi yang Robani. Insya Allah,” ujar Oded saat memberikan sambutan pada acara mabit.

Selain menghadirkan generasi Rabbani, Oded berharap,  dengan kegiatan mabit, mampu melahirkan generasi Qurani dan mampu menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kita gerakan terus kerohanian ini. Insya Allah, Kota Bandung melahirkan ustaz dan ustazah yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan rohani di Kota Bandung bisa lebih baik. Karena ada 4.000 masjid seluruh wilayah Kota Bandung. “Sesuai visi kota Bandung unggul, nyaman, sejahtera dan agamis kita hadirkan masjid dengan ramai dan kegiatan yang produktif. Sehingga antum semua menjadi penghafal Alquran dan hafiz yang baik,” kata Oded

Dalam penyampaian materi tentang Cinta Alquran bersama K.H. Abdul Aziz Abdul Ra’uf, Lc., Al-Hafizi dijelaskan bahwa merupakan anugrah dan hidayah berkumpul di Masjid lalu membahas Al-Quran bersama-sama. Alloh akan datangkan ketenangan dalam hati dengan limpahan rahmatnya. Dan nama kita dengan berkumpul seperti ini akan terkenal disisi Alloh. Banyak manfaat jangka panjang berkumpul di majelis diantaranya kesadaran tentang kehidupan ahirat lebih baik dari kehidupan dunia.

Lalu kita akan kuat untuk menahan godaan saitan, karena keberadaan kita berkumpul di sumber-sumber hidayah. Dalam qur’an surat Muhammad, “Barang siapa yang berupaya menjemput hidayah, maka Alloh akan tambahkan hidayah hingga ampunan dan meningkatkan ketakwaan kepadanya”

Jaman dahulu rosululloh menjadikan standar perbaikan umat diantaranya melalui berkumpul di majelis ilmu. Dalam majelis ini akan ada orang yang mendengar dengan telinga dan akalnya saja tidak sampai ke hatinya itulah mereka yang cenderung menjadi munafik. Tapi orang yang beriman akan mendengar dengan telinga, akal dan hatinya sehingga mereka akan memperoleh hidayah untuk perbaikan dan kebahagian hidupnya. Kalau kita di majelis cenderung hatinya sesak tidak lapang itu pertanda ada penyakit hati orang munafik.

Dan sikap kita di majelis, kalau kita cenderung ingin duduk merapat dengan ustad atau ulamanya itu tanda kita akan memperoleh hidayah. Tapi saat kita ingin duduk dibelakang bersandar jauh dari ulama yang menyampaikan ilmu itu pertanda kita menjauh dari hidayah. Dan saitan cenderung akan mudah menggoda untuk tidak fokus di majelis ilmu.

Dan dari majelis ini diharapkan as-saqinah terus hadir dan melekat pada kita saat kita beraktifitas di luar masjid setelah malam bina iman dan islam ini. Kalau udah ada saqinah, ketenangan dalam diri jihad yang berat bagi orang munafik, akan ringan bagi orang beriman dan bertakwa. Dan menghafal al-quran yang berat harus penuh latihan itu berat, tapi kalau udah sakinah akan terasa nikmat.

Alloh ingin orang beriman sebelum tentram di Surga, mereka tenang di dunia dengan as-saqinahnya. Maka tidak cukup dengan usaha, kita harus juga dibarengi dengan do’a agar istiqomah dan bersama-sama orang beriman menuju takwa.

K.H. Abdul Aziz Abdul Ra’uf, Lc., Al-Hafizi juga mengajak agar tumbuhnya saqinah dalam diri dengan mengorbankan harta yang dimiliki melalui infak. Karena diantara terhambatnya sakinah dalam diri ialah cinta kepada hartanya. Maka perlu memperbanyak pengorbanan harta, diri dan waktu untuk menuju hidayahnya. Kita sudah memiliki modal iman jasad yang sehat. Semuanya harus dijaga dan disyukui. Harus ada kesungguhan dan kerutinan dalam waktu pagi siang dan malam untuk bersama dengan al-quran melalui membaca, menghafal, memahami dan mengamalkannya.

“Terus berjuanglah bersama-sama dengan orang yang ingin dekat dengan al-quran. Dan berjuanglah dengan memiliki waktu khusus bersama al-qur’an”

(Reporter Bandung: Dwi Arifin S.Pd)

Komentar