Home / Regional / Bandung / Ustadz Ruslan Bahas Jalan Meraih Lailatul Qodar

Ustadz Ruslan Bahas Jalan Meraih Lailatul Qodar

Reporter: Dwi Arifin S.Pd

Jabar Online (Kabupaten Bandung)-, Majelis Taklim Syubbaanul Uluum mengahadirkan kajian spesial ramadhan dalam rangka menyambut kedatangan malam seribu bulan (Lailatul Qodar). Acara berlangsung pada 21:30-22:30wib, selasa 21 Mei 2019 / 17 ramadhan 1440 H di Masjid Mujahidin Gandasari- Kecamatan Katapang. Pada kesempatan tersebut, narasumber kajian Ustadz Ruslan Gunawan hafidzahullah membahas tentang Fiqih I’tikaf dan Lailatul Qadar.

Pada saat awal dakwahnya Ustadz Ruslan Gunawan  hafidzahullah menyampaikan jenis-jenis puasa menurut Imam  al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin membagi tiga tingkatan puasa: “Ketahuilah bahwa puasa ada tiga tingkatan: puasa umum, puasa khusus, dan puasa paling khusus. Yang dimaksud puasa umum ialah menahan perut dan kemaluan dari memenuhi kebutuhan syahwat. Puasa khusus ialah menahan telinga, pendengaran, lidah, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari dosa. Sementara puasa paling khusus adalah menahan hati agar tidak mendekati kehinaan, memikirkan dunia, dan memikirkan selain Allah SWT. Untuk puasa yang ketiga ini (shaumu khususil khusus) disebut batal bila terlintar dalam hati pikiran selain Allah SWT dan hari akhir.”

Setelah menjelaskan itu, Ustadz Ruslan melanjutkan dengan mengajak jama’ah untuk menghisab diri dan amal shaumnya yang telah berlalu. ‘Umar bin Al Khoththôb rodhiyallôhu ‘anhu menasihati umatnya. “Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal”

Malam ramadhan yang akan datang dan pada puncaknya 10 hari terahir akan kita sambut. Malam yang berbeda karena diistimewakan oleh Alloh dan diistimewakan oleh Rosululloh Nabi Muhammad S.A.W. Karena di malam-malam ramadhan Alloh turunkan malaikat-malaikatnya, Alloh turunkan malaikat Jibril membawa Al-Qura’an ke bumi. Dan pada malam 10 ahir ramadhan ada malam yang bernilai lebih baik dari ibadah selama 1000 bulan atau 80 tahunan. Maka penting bagi kita umat nabi Muhammad untuk mempersiapkan menyambut malam itu.

“Jama’ah masjid khusyu menyimak ceramah Ustadz Ruslan Gunawan tentang Lailatul Qodar”

Dulu pada ahir bulan ramadhan rosululloh semakin giat dalam ibadah. Rosululloh mengencangkan ikat pinggangnya. Yang artinya menjauhi syahwat perut dan kemaluan. Lalu pada malam-malamnya membangunkan istrinya untuk menghidupkan malam-malam khusunya diahir ramadhan. Maka bagi yang sudah berkeluarga penting untuk ngobrol langsung dengan istrinya tentang apa yang dilaksanakan rosululloh.

Pada pertengahan ceramahnya, Ustadz Ruslan membacakan surat Al-Qadr 1-5

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Sungguh malam mulia yang istimewa akan datang pada ahir ramadhan ini. Maka tidak ada alasan untuk tidak menyambutnya dengan i’tikaf. Tidak ada alasan lelah badan atau kesibukan dunia yang lain. Jika dibandingkan dengan pahala seorang yang ibadah selama 83 tahun. Umat nabi-nabi terdahulu hidupnya lama, ibadahnya ratusan tahun. Umat nabi Muhammad paling lama hidupnya diantara 60 tahunan lebih. Tapi malam lailatul qodar hanya dihadirkan untuk umat nabi Muhammad.

Maka mari carilah dan sambut malam lailatul qodar pada ramadhan ini di malam-malam ganjil ahir ramadhan 21, 23, 25, 27, 29. Malam yang hadirnya rahasia, dan penuh ampunan. Terhalang kebaikan seluruhnya, jika tidak memperoleh malam lailatul qodar ini. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhar).

Hidupkanlah malam-malam ahir ramadhan yang datang dengan berdo’a, berdzikir, dan sholat wajib hingga sholat tarawih.

Pada ahir dakwahnya Ustadz Ruslan menutup dengan do’a agar jama’ah yang merindukan dan akan menyambut lailatul qodar dikuatkan dipermudah meraihnya. “Semoga Alloh berikan kemampuan dan kemudahan, Alloh cukupi kebutuhan kita untuk menyambut ahir ramadhan ini”

Komentar