Ustadz Ruslan: “Whatsapp Antara Manfaat, Mudorot Dan Haram?

Jabar Online (Kabupaten Bandung)-, Kajian rutin Syubbaanul Uluum pada malam kamis minggu ke 2 bulan januari 2019 yang diselenggarakan di masjid SMAN 1 Margaasih setiap ba‘da isya. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Ruslan Gunawan Hafidzhulloh mebahas tentang dampak aplikasi whatzapp yang cenderung melalaikan kehidupan manusia dalam ketaatan kepada Alloh SWT dan Rosul-Nya. Kehidupan manusia modern dan generasi milenia sangat erat dengan aplikasi komunikasi sosial media WhatsApp. Maka setiap alat teknologi yang ada disekitar kita, harus mampu menjadi alat untuk meraih pahala dan meningkatkan ketaatan.

Ustadz Ruslan menyampaikan “Whatsapp itu penting, tapi kalau sampai melalaikan kita dalam ibadah, maka kita harus mampu menjauhinya. Setiap wasilah atau alat yang kita anggap lebih penting, sehingga meninggalkan kewajiban ibadah kita kepada Alloh, itu haram, ungkapnya dalam awal isi ceramahnya.

Ustadz Ruslan juga mengajak setiap muslim kritis untuk mengenali simbol yang ada pada aplikasi, tujuan adanya aplikasi dan bersikap dengan ilmu setiap menggunakan teknologi. Banyak simbol-simbol diwhatsapp yang belum jelas apa maksudnya. Maka lihat sejarahnya, jangan sampai mengikuti sesuatu yang belum jelas. Karena setiap chatt / obrolan akan diminta pertanggung jawabannya.

Selanjutnya Ustad Ruslan melarang dengan tegas. Kalau aplikasi whatsapp digunakan untuk berkomunikasi dengan lawan jenis yang belum halal baginya. Lalu dengan komunikasi itu menumbuhkan nafsu syahwat karena mendengar suara dan gambarnya. Ini secara tidak sadar akan mengotori hati dan menambah dosa.

Banyak istri dan suami, atau perkumpulan keluarga hingga pertemanan yang lebih fokus kepada aplikasi whatsappnya bukan kepada kerhamonisan komunikasi dengan orang disekitarnya. Ini merupakan contoh yang kurang baik. Yang jauh seolah-olah menjadi dekat, dan yang nyata-nyatanya dekat menjadi jauh.

Ustadz Ruslanpun mengajak merenung tentang seberapa dekat kita dengan whatsapp atau Al-Qur‘an. Banyak manakah yang kita baca dari keduanya? ingat setiap alat atau benda yang ada disekitar kita harus menjadi jalan ketaatan, karena semuanya akan dimintai pertanggung jawaban.

Sebagai seorang pendakwah Ustadz Ruslan tidak melarang setiap muslim untuk menggunakan aplikasi smartphone. Tapi setiap aplikasi harus kita gunakan sesuai dengan ilmu, adab dan petunjuk qur‘an dan Rosulnya. Gunakan setiap aplikasi yang ada untuk menunjukan kepada kebaikan dan meraih pahala sebanyak-banyaknya.

Jangan gunakan pos status whatsapp untuk ingin dipuji, bangga diri, dan mengeluh. Itu semuanya tidak penting cenderung tidak manfaat. Gunakan pos status atau komen group dengan dasar berkata baik atau diam.

Ustadz Ruslan juga mencontohkan sahabat seimannya yang memutuskan untuk tidak menggunakan aplikasi whatsapp karena lebih banyak mudorotnya dari pada manfaatnya? silahkan pertimbangkan tentang sikap sahabat ini terhadap smartphonenya.

Dalam kesimpulan dakwahnya Ustadz Ruslan menyampaikan tidak sedikit dengan smartphone dua kelompok yang konflik dapat didamaikan, silahturahmi yang putus dapat disambungkan, banyak orang mengenal menemukan kebenaran dan meluasnya kebaikan.

Hati-hati gunakan aplikasi whatsapp ini, harus tau batasannya. Ingat jangan pakai aplikasi untuk membuka aib seseorang. Karena siapa orang yang mempermalukan dengan dosa dengan membuka aib, bisa bedampak pada mereka yang membicarakannya. Berpikirlah matang dan panjang sebelum mendownload lalu menggunakan aplikasinya. Karena setiap jari jemari akan menjadi saksi di ahirat, mulut kita dalam bentuk tulisan/chatt adalah jalan/gerbang menuju surga atau neraka?

(Reporter Bandung: Dwi Arifin Satrio S.Pd)

About admin