Home / Jurnal Desa / Desa Nagrog Dan Kelurahan Pekiringan Raih Juara I Lomba Desa / Kelurahan Se- Jawa Barat Tahun 2018

Desa Nagrog Dan Kelurahan Pekiringan Raih Juara I Lomba Desa / Kelurahan Se- Jawa Barat Tahun 2018

(Bandung)-, DPMD Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan lomba desa dan keluarahan tahun 2018. Pemerintah Desa dan kelurahan se Jawa Barat bersaing untuk menjadi pemenang. Inovasi dan kemajuan desa/kelurahan menjadi modal unggulan untuk diekspos dan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari DR.Momon Suherdiamansyah M.Si, (ketua Dewan Juri), DR.Hj.Netty Prasetiayani M.Si, dan DR.Hj. Nenny Kencanawati M.Si, sebagai anggota dewan juri.

Hasil penilaian oleh Tim evaluasi perkembangan desa dan kelurahan DPMD Provinsi Jawa Barat menyimpulkan katagori desa peringkat ke-I diraih oleh desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, dengan nilai 1512. Selanjutnya peringkat ke -II diraih oleh desa Kertayasa, Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dengan nilai 1473. Dan peringkat ke-III diraih oleh desa Margamulya, Cikajang Kabupaten Garut, dengan nilai 1367. Katagori kelurahan peringkat ke-I diraih oleh kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, dengan nilai 1554. Peringkat ke-II diraih oleh Kelurahan Lembursitu, Kota Sukabumi dengan nilai 1549 dan peringkat ke-III diraih oleh kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor dengan nilai 1418. Acara penilaian dilaksanakan pada hari selasa 24 juli 2018, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.

Dalam acara tersebut, Lurah Pekiringan, Gandi S.STP, M.Si, menyampaikan, “ekpose tentang permasalahan di kelurahannya disertai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menghadirkan inovasi, “Gerakan Masyarakat Guyub Lan Eling“. Merupakan tema sekaligus solusi berbagai permasalahan. Semua kelurahan /desa yang hadir sebagai peserta tiga besar adalah yang terbaik. “semoga proses lomba hingga kemenangan yang diraih dapat mengharumkan nama Jawa Barat ke tingkat nasional“

Selanjutnya Gun Gun Suganda, kepala desa Nagrog, menyampaikan tentang kemajuan desanya hingga dinilai menjadi pemenang. “Pada dasarnya semua desa itu sama, karena memiliki payung hukum undang-undang yang sama yang menjadi beda itu inovasinya dan hasil pembangunannya dari bantuan pemerintah daerah hingga pusat“.
Desa Nagrog ini punya 14 inovasi untuk memecahkan masalah lingkungan, sosial, ekonomi dan lainnya. “Program simpan pinjam dari Bumdes memutus rantai dari jeratan bank keliling yang sangat merugikan warga. Bumdes juga mendorong tumbuhnya Usaha Kecil Menengah dengan memberi bantuan dari mualai Rp.1 juta hingga Rp.25 juta. Dengan anggota mencapai 1100, Bumdes saat ini memiliki aset kurang lebih Rp.1,9 Milyar. Anggota Bumdes juga sadar tentang pentingnya zakat, hasil zakatnya disalurkan untuk kegiatan sosial dan bantuan keluarga kurang mampu.
Kedepanya Bumdes dalam waktu dekat diahir 2018 akan membuka bidang usaha cicilan motor. Program peningkatan kualitas lingkungan juga berjalan di desa Nagrog, seperti program sabilulungan tanam pohon kesayangan, kampung bersih hingga “Go Grean“. Di desa Nagrog bagi calon pengantin diharuskan menanam pohon hal ini untuk kelestarian alam di desa Nagrog.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaui DPMD Provinsi Jawa Barat, berharap dengan adanya lomba desa dan kelurahan ini, semua desa/kelurahan di Jawa Barat dapat menghadirkan inovasi untuk memecahkan masalahnya. Seperti inovasi yang diterapkan oleh desa/kelurahan pemenang lomba desa tahun ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan hadiah uang senilai Rp.100 juta bagi juara I, dan Rp.75 juta untuk juara II, Rp.60 juta untuk juara III.

(Tim Liputan/Dwi Arifin S.Pd)

Komentar