Ilmu tauhid merupakan fondasi utama dalam bangunan syariat Islam yang menuntut setiap mukalaf untuk mengenal Tuhannya dengan pengenalan yang benar dan kokoh. Ma'rifatullah atau mengenal Allah Swt bukanlah sekadar pengakuan lisan, melainkan sebuah proses intelektual dan spiritual yang melibatkan pemahaman mendalam terhadap sifat-sifat-Nya. Para ulama mutakallimin, khususnya dari kalangan Asy'ariyah dan Maturidiyah, telah merumuskan sistematisasi sifat-sifat Allah ke dalam kategori sifat wajib, mustahil, dan jaiz guna menjaga kemurnian akidah dari paham tasybih (penyerupaan) dan ta'thil (peniadaan). Sifat wajib bagi Allah adalah sifat-sifat yang secara akal tidak mungkin tidak ada pada Zat Allah Swt. Pengkajian ini akan membedah landasan teologis tersebut dengan merujuk pada teks-teks otoritatif serta argumentasi rasional yang membangun keyakinan seorang mukmin.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

Terjemahan dan Tafsir Mendalam: Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu bermalam (Surah Muhammad: 19). Ayat ini menjadi landasan epistemologis bahwa perintah pertama bagi seorang hamba adalah Fa'lam (Ketahuilah/Ilmuilah). Penggunaan fi'il amr atau kata perintah di sini menunjukkan kewajiban untuk mencari ilmu tentang ketauhidan sebelum beramal. Para mufassir menjelaskan bahwa ma'rifatullah harus didasarkan pada dalil yang pasti (qath'i), bukan sekadar ikut-ikutan (taqlid). Sifat pertama yang wajib bagi Allah adalah Wujud (Ada). Keberadaan Allah bersifat Dzatiyah, artinya keberadaan-Nya tidak disebabkan oleh sesuatu yang lain, melainkan menjadi sebab bagi keberadaan seluruh alam semesta. Secara aqli, mustahil bagi sebuah desain yang sempurna seperti alam semesta ini muncul tanpa adanya Pencipta yang Maha Ada.

Sumber: Muslimchannel