Bogor – Sejumlah wilayah di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor dilaporkan terendam banjir setelah diguyur hujan deras. Air meluap hingga masuk ke permukiman warga, mengganggu aktivitas dan memicu kekhawatiran akan dampak lingkungan yang lebih luas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya banjir. Namun, kondisi tersebut diduga diperparah oleh maraknya aktivitas galian tanah ilegal di wilayah tersebut.

Aktivitas galian tanah yang tidak terkendali disebut-sebut telah merusak struktur tanah dan sistem resapan air. Selain itu, material tanah dari aktivitas tersebut kerap terbawa ke aliran sungai hingga menyebabkan pendangkalan atau sedimentasi. Kondisi ini membuat kapasitas sungai menurun dan lebih mudah meluap saat hujan deras.

Sebelumnya, aktivitas galian tanah ilegal di Rumpin memang telah menjadi sorotan. Warga mengeluhkan dampaknya terhadap lingkungan, mulai dari jalan berlumpur hingga kerusakan alam. Bahkan, kegiatan tersebut dinilai meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan longsor. 

Tak hanya itu, sejumlah lokasi galian ilegal di Desa Sukasari juga sempat disegel oleh Satpol PP karena tidak memiliki izin resmi dan menimbulkan keresahan masyarakat. 

Di sisi lain, faktor sedimentasi sungai juga pernah disebut sebagai penyebab banjir di kawasan Rumpin, yang memperparah dampak saat hujan deras melanda.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas galian ilegal serta memperbaiki sistem drainase dan aliran sungai. Penanganan serius dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Wilayah yang terdampak

Berdasarkan laporan yang dihimpun, wilayah terdampak meliputi: Desa Sukasari: pergerakan tanah dan longsor